Saat Pembunuh Terdakwa Penista Agama Dirayakan Sebagai Pahlawan di Pakistan

Saat Pembunuh Terdakwa Penista Agama Dirayakan Sebagai Pahlawan di Pakistan

for-salecheapest-pricelasix.org – Faisal Khan jadi populer di umur 15 tahun. Pemuda Pakistan itu terakhir ramai diharap berswa photo bersama-sama polisi atau pengacara. Di jalanan kota, beberapa ribu orang merayakannya untuk “pejuang suci.”

Khan membunuh Tahir Naseem, seorang masyarakat Amerika Serikat, waktu hadiri sidang tuduhan penistaan agama yang dipadati hadirin dalam suatu pengadilan di Peshawar, di timur laut Pakistan.

Ia lalu dituduh pembunuhan merencanakan serta terancam hukuman mati. Tetapi saat pengacara berbaris tawarkan pertolongan mewakilinya di pengadilan, kuasa hukum Tahir Naseem harus lari sembunyikan diri.

Remaja itu diberitakan melalui tiga pos keamanan sebelum masuk ruangan sidang serta melepas beberapa shooting mengarah Naseem ,57, yang meninggal saat itu juga. Darahnya bercipratan ke pengunjung sidang, lapor kantor kabar Reuters.

Pembunuhan di lantai sidang itu mengambil alih perhatian publik nasional serta menyebabkan hujan kritikan pada UU Penistaan Agama di Pakistan. Amerika Serikat contohnya menekan Islamabad supaya selekasnya mengamandemen UU itu. Selama ini pemerintah Pakistan janji akan memberi hukuman Faisal Khan dengan berat.

Perkataan selamat dari Taliban

Baca juga : Detik-detik Tabrakan Elf-Minibus yang Tewaskan 8 Orang di Cipali

“Ini termasuk juga tipe masalah dimana kesemua orang ingin jadi pengacaranya,” kata Inamullah Yusufzai, kuasa hukum Khan. Ia mengakui pengacara dari semua Pakistan menelpon untuk sebagai wakil Khan dengan gratis. Mereka yakini pembunuhan pada Naseem ialah halal serta dibetulkan.

Di jalanan kota Peshawar, beberapa ribu masyarakat turun ke jalan tuntut supaya aktor dibebaskan. Satu delegasi beranggotakan pengacara, ulama serta politikus lokal pernah mengunjungi tempat tinggal keluarga Khan untuk memperlihatkan kebersamaan. Ia serta mendapatkan perkataan selamat dari perwakilan Taliban di Pakistan.

Minggu kemarin satu photo tersebar, dimana anggota polisi yang semestinya bawa Khan ke penjara nampak lakukan swafoto bersama-sama si terdakwa. Mereka nampak tersenyum lebar di kendaraan polisi, salah seorangnya nampak mengacung jempol. Pada swafoto lain nampak Khan sedang dikawal sekumpulan pengacara ke gedung pengadilan, dilatari publik yang tiba memberi simpati.

Membunuh si “mesias”

Naseem dilahirkan dalam suatu desa di luar kota Peshawar, serta dibesarkan di Amerika Serikat. Ia berkali-kali tiba ke desanya serta mengekspresikan pandangan agama “yang menggelisahkan masyarakat lokal,” kata Wajid Ali, seorang ustaz lokal yang mengurus satu madrasah.

Berkali-kali juga Naseem datang di penjara sebab pandangan keagamaannya, kata Ali, masyarakat lokal lain yang mengenali Naseem. Ia tetap dibebaskan karena masyarakat ditempat menolong dengan bersaksi jika ia menderita abnormalitas mental. “Di internet, ia menulis beberapa hal seperti ‘saya ialah Imam Mahdi, atau seorang Rasul’. Ini membuat permasalahan besar di desa kami,” tutur Ali.

Naseem membuat suatu situs, dimana ia mengakui diri untuk mesias, yang diperlengkapi link buat pengunjung yang ingin mengatakan sumpah setia. Di account pribadinya di situs karieronal, LinkedIn, ia menyebutkan diri untuk “Yesus yang sudah kembali lagi, seorang nabi.”

Sejauh ini Naseem selamat karena hidup di Amerika Serikat. Tetapi pada 2018 beberapa murid madrasah mengundangnya ke Pakistan. “Ia tiba dengan pemikiran jika murid-murid ini yakini klaimnya serta lainnya akan turut masuk ,” cerita Ali. “Tetapi beberapa murid telah mengontak polisi. Mereka berdiri di tempat saat polisi tangkap Naseem.”

Ia lalu dituduh menistakan Al-Quran serta Nabi Muhammad. 2 tahun selanjutnya nyawa Naseem usai di tangan seorang pemuda.

rzn/ponsel (Reuters)

 

Leave a Reply