Kementerian Luar Negeri Lebanon Sempat Diambil Alih Massa Demonstran

Kementerian Luar Negeri Lebanon Sempat Diambil Alih Massa Demonstran

for-salecheapest-pricelasix.org – Kementerian Luar Negeri Lebanon pernah diambil pindah massa pengunjuk rasa. Mereka masuk serta pernah mengobrak-abrik kantor Kementerian Luar Negeri.

Awalannya, “kami ada seputar 100,” kata salah satunya pensiunan perwira militer yang pimpin pengambilalihan, Tony Kayrouz, seperti dikutip AFP, Minggu (9/8/2020).

“Ada banyak polisi yang jaga gerbang, mereka membukanya, serta kami masuk, tidak ada benturan,” kata Kayrouz pada AFP.

Pengambil alihan Kementerian Luar Negeri dilaksanakan oleh barisan pensiunan perwira yang diperintah oleh Samer Rammah. Tindakan demo adalah kekesalan pada Presiden Michel Aoun.

“Presiden Michel Aoun tidak menghargai sumpahnya,” kata Samer Rammah.

Baca juga : Perempuan Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat

“Saya punyai keinginan di Aoun. (Tetapi sekarang), republik ini digerakkan seperti kebun,” katanya.

Rammah serta pensiunan perwira militer sudah jadi jagoan pergerakan protes yang diawali pada Oktober untuk tuntut penghilangan kelas politik yang dipandang tidak kompeten serta korup.

Pengunjuk rasa di kementerian membentangkan banner yang tutupi semua fasad bangunan. “Beirut, ibu kota revolusi,” bunyinya.

“Selamat, kami sudah merampas kembali lagi kementerian,” seorang demonstran bersukacita.

Di bawah ukiran dinding yang menawan, beberapa demonstran menarik potret Aoun dari dinding serta membantingnya ke tanah. Massa lalu berkali-kali mencapai potret Aoun.

Pengunjung nikmati pengambilalihan itu, berfoto di belakang mimbar yang umumnya dipakai untuk pertemuan wartawan diplomatik. Yang lain berjalan ke ruangan pertemuan serta kantor, dimana mereka ambil photo selfie.

Tetapi pengambilalihan kementerian luar negeri berhenti saat bala pertolongan tentara yang besar tiba. Memaksakan semua pengunjuk rasa untuk keluar dari Kementerian Luar Negeri.

Diketahui, demo ini dilaksanakan pasca-ledakan pada Selasa (4/8). Dalam ledakan itu tewaskan lebih dari pada 150 jiwa, serta melukai minimal 5.000 orang.

Leave a Reply