Tertunda karena Corona, Terpidana di Texas Akhirnya Dihukum Mati

Tertunda karena Corona, Terpidana di Texas Akhirnya Dihukum Mati

for-salecheapest-pricelasix.org – Negara sisi Amerika Serikat (AS), Texas pada akhirnya lakukan eksekusi mati pada seorang terpidana masalah pencurian tahun 1993. Pria itu pada akhirnya diganjar hukuman sesudah pemberhentian agenda eksekusi semasa lima bulan karena epidemi virus Corona.

Seperti dikutip AFP, Kamis (9/7/2020) Billy Joe Wardlow (45) dipastikan wafat pada Rabu (8/7) jam 18.52 waktu ditempat selesai disuntik mati di penjara di Huntsville. Pengacaranya pernah ajukan banding paling akhir pada Mahkamah Agung AS tetapi tidak diterima.

Dengan pertolongan pacarnya waktu itu, Wardlow menggempur seorang lelaki tua, Carl Cole, untuk usaha untuk mengambil truk Cole.

Cole yang berumur 82 tahun menantang serta Wardlow yang waktu itu berumur 18 tahun, tembak kepalanya.

Pasangan buron itu berupaya melarikan diri dari Texas ke Montana. Tetapi diamankan di South Dakota sesudah 15 jam perjalanan dari kota kecil Texas, tempat kejahatan itu berlangsung.

Di Texas, beberapa juri diwajibkan tentukan apa terdakwa akan memunculkan bahaya di hari esok sebelum jatuhkan hukuman mati.

Baca juga : Aktivis Demokrasi Joshua Wong: Dunia Harus Bersama Hong Kong

Pengacara Wardlow, Richard Burr memiliki pendapat jika client-nya begitu muda untuk hukuman mati yang dibikin dengan “kejelasan ilmiah,” serta sudah ajukan penangguhan eksekusi.

Burr menjelaskan riset sudah memperlihatkan jika “sebab perubahan otak yang berkepanjangan sampai seputar awal 20-an tahun kita, fundamen neurologis untuk ciri-ciri seorang, serta karena itu ciri-khasnya, tidak seutuhnya tercipta sebelum umur 21 tahun.”

Ketetapan 2005 oleh pengadilan tinggi AS menghapuskan hukuman mati buat mereka yang lakukan pembunuhan pada umur 17 tahun atau bisa lebih muda.

Pengacara Wardlow memiliki pendapat jika tidak ada ketidaksamaan neurologis yang bisa disaksikan di antara anak berumur 17 tahun serta 18 tahun.

Dalam satu pernyataan tercatat pada Februari 1994, Wardlow mengatakan, “Bertambah lebih muda serta lebih kuat, saya mendorongnya serta menembaknya pas antara ke-2 matanya. Karena hanya ia membuat saya jengkel.”

Di persidangan, ia menarik kembali lagi pernyataan itu, serta menjelaskan ia dengan maksud memakai pistol yang dicuri dari ibunya sendiri untuk mengintimidasi Cole, tidak untuk membunuhnya.

Eksekusi Wardlow awalannya diputuskan untuk 29 April. Tetapi, diundur kembali pada hari Rabu (8/7) sebab epidemi COVID-19.

Seperti juga tiap eksekusi, sebagian besar orang terjebak: penjaga penjara, saksi mata, beberapa orang paling dekat terpidana, serta saudara korban. Wardlow jadi terpidana mati ke-7 yang dilakukan di Amerika Serikat semenjak awal tahun ini, serta yang ke-3 di negara sisi Texas.

Menurut Pusat Info Hukuman Mati, eksekusi paling akhir di AS berlangsung pada 19 Mei lalu di Missouri. Texas belum lakukan eksekusi mati semenjak awal Februari.

Leave a Reply