Pengacara Tak Masalah Dipolisikan Poyuono: Saya Tak Sembunyikan Djoko Tjandra

Pengacara Tak Masalah Dipolisikan Poyuono: Saya Tak Sembunyikan Djoko Tjandra

for-salecheapest-pricelasix.org – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono untuk Dewan Pembina Komite Anti-Korupsi Indonesia (KAKI) akan memberikan laporan kuasa hukum Djoko Tjandra alias Joko Soegiarto Tjandra ke Bareskrim Polri. Tetapi kuasa hukum Djoko Tjandra akui tidak bikin pusing hal tersebut.

“Pada intinya kita menghargai laporan KAKI tetapi jika tuduhannya Klausal 221 (KUHP) membuat perlindungan serta sembunyikan buronan, ada banyak hal yang penting saya klarifikasi,” tutur Andi Putra Kusuma sebagai kuasa hukum dari Djoko Tjandra waktu didapati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (6/7/2020).

Andi Putra menyanggah sudah sembunyikan Djoko Tjandra. Ia berpendapat bawa Djoko Tjandra ke tempat umum yakni PN Jaksel waktu mendaftar pemeriksaan kembali lagi (PK).

“Saya belum pernah sembunyikan Djoko Tjandra. Team kami bawa serta ke PN ini tempat umum. Kesemua orang dapat berjumpa serta lihat. Jika sembunyikan kan beberapa orang yang lihat di PN ini,” kata Andi.

Ditambah menurut Andi Putra semenjak 2012 Djoko Tjandra tidak masuk dalam perincian penelusuran orang atau DPO. Info itu disebutkan Andi Putra diketahuinya dari Kementerian Hukum serta HAM jika Djoko Tjandra baru masuk DPO lagi per 27 Juni 2020.

“Kan dari kita kawan-kawan dapat melihat sendiri dari tayangan wartawan dari Kumham Pak Djoko semenjak 2012 telah tidak tertera untuk DPO. Baru selanjutnya tempo hari pada 27 Juni untuk DPO lagi oleh Imigrasi,” kata Andi.

Baca juga : Gempar! Kanye West Mengaku Siap Calonkan Diri Jadi Presiden AS

Awalnya Poyuono akui akan memberikan laporan pengacara Djoko Tjandra itu ke Bareskrim dengan tuduhan disangka ketahui serta sembunyikan kehadiran Djoko Tjandra. “Iya, kita akan adukan ini hari jam 14.00 WIB di Bareskrim,” kata Poyuono ini hari.

Menurut Poyuono, semestinya Andi sampaikan info tentang kehadiran client-nya di Indonesia. Mengingat, Djoko Tjandra disadari tiba langsung ke kantor pengacaranya itu untuk bersama ajukan pemeriksaan kembali lagi (PK) ke PN Jakarta Selatan.

“Itu kan punyai keharusan memberitahukan, ditambah lagi ia seorang pengacara, dia paham Djoko Tjandra dijatuhkan hukuman dua tahun sebab masalah tindak pidana korupsi, mengapa ia tidak menyerahkan ke kejaksaan dahulu orangnya untuk dilakukan ke penjara,” kata Poyuono.

Poyuono akan memberikan laporan Andi dengan Klausal 221 KUHP sebab dipandang sembunyikan terduga masalah tindak pidana korupsi. Tidak itu saja, Poyuono akan memberikan laporan Kepala PN Jaksel yang dipandang lakukan pembiaran.

“Terus kan lawyer-nya mendaftar PK di PN Jaksel, berarti ia dapat terserang aksi pidana, mengapa, sesuai klausal 221 KUHP dipandang ia sembunyikan orang yang terpidana korupsi, juncto Klausal 21 UU Tipikor, jika ia dapat diberi hukuman. Terkecuali orang yang sedarah, atau satu garis kaya istri serta anak itu tidak apa,” tuturnya.
(dwia/dhn)

Leave a Reply