Gedung Putih Bela Trump di Tengah Isu Hadiah Uang Rusia untuk Taliban

Gedung Putih Bela Trump di Tengah Isu Hadiah Uang Rusia untuk Taliban

for-salecheapest-pricelasix.org – Rusia dikabarkan tawarkan hadiah uang untuk imbalan untuk barisan militan Taliban untuk membunuh pasukan AS. Gedung Putih menjelaskan Presiden AS Donald Trump “tetap membaca” laporan intelijen berkaitan ini sambil menangkis rumor ketidakjelasan Trump.

Seperti dikutip AFP, Rabu (7/1/2020) The New York Times, mencuplik dua petinggi yang tidak disebut namanya, memberikan laporan presiden sudah terima briefing tercatat mengenai uang imbalan itu di akhir Februari. Petinggi itu menyanggah tuduhan jika Trump tidak dikasih tahu mengenai intimidasi itu.

Partai Demokrat minta semakin banyak info dari beberapa petinggi intelijen pada Selasa (30/6/2020) pagi waktu ditempat, bersamaan timbulnya pertanyaan tentang tingkat keterkaitan Trump pada file-file peka serta perhatian yang ia beri pada dokumen rahasia yang diantar padanya.

Baca juga : Virus Corona Kian Merajalela, Trump Didesak untuk Pakai Masker

“Presiden tetap membaca (dokumen intelijen),” kata sekretaris wartawan Gedung Putih Kayleigh McEnany waktu pertemuan wartawan.

“Ia terus-terusan mendapatkan info serta pembimbingan mengenai beberapa masalah intelijen,” sambungnya.

Kayleigh McEnany memperjelas jika Trump ialah orang yang berpengetahuan serta sensitif pada intimidasi yang ia menghadapi.

“Presiden ialah orang yang sangat berpengetahuan di planet Bumi saat tersangkut intimidasi yang kita menghadapi,” sambungnya.

Disamping itu, Partai Demokrat minta direktur intelijen nasional, John Ratcliffe serta direktur CIA Gina Haspel untuk memberi semakin banyak info serta menerangkan kenapa Kongres tidak dikasih pembimbingan mengenai permasalahan ini.

“Kita perlu tahu apa Presiden Trump dikasih info ini atau mungkin tidak, apabila demikian, kapan,” kata Pimpinan Minoritas Senat Chuck Schumer.

Dengan Trump, “semua jalan ke arah Putin,” kata Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

Untuk dipahami, keraguan pada Trump ini ada dari janji jejak kampanyenya untuk tingkatkan jalinan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan dari sangkaan kolusi di antara Kremlin serta team penyeleksian Trump yang sudah mengundang perhatian semasa sejumlah besar waktu kedudukannya.

Leave a Reply