3 Polisi Malaysia dan 2 WNI Didakwa Merampok Money Changer

3 Polisi Malaysia dan 2 WNI Didakwa Merampok Money Changer

for-salecheapest-pricelasix.org – Tiga polisi Malaysia serta 2 WNI termasuk juga antara 7 orang yang diadili di pengadilan Malaysia atas tuduhan mencuri money changer dengan pistol.

Di persidangan yang diadakan di kota George Town, seperti dikutip media Malaysia, The Star, Sabtu (25/7/2020), semua terdakwa akui tidak bersalah atas pencurian membawa senjata yang berlangsung pada 14 Juli jam 21.45 waktu ditempat.

Tiga polisi sebagai terdakwa ialah L/Kpl Nazarudin Abdul Manan (36), Kpl Khairul Hisham Hamzah (42) serta Kpl Wan Abd Rahim Md Shariff (36) yang kerja di tempat besar kepolisian kabupaten Batu Gajah.

Saudara kembar Kpl Wan Abd Rahim, Wan Abd Rahman, seorang penjual mobil sisa, dituduh dan pekerja pabrik, Mohamad Sahar Ismail (43). Dua terdakwa yang lain ialah masyarakat negara Indonesia (WNI), Guno Sutowo (24) serta dan Lis Sutejo (29).

Baca juga : Konsulatnya Ditutup Amerika, China Ancam Akan Membalas

Tujuh terdakwa itu didakwa mencuri penukaran mata uang serta satu projector sejumlah 47.200 ringgit.

Pelanggaran itu dijatuhkan hukuman penjara paling lama 20 tahun serta dicambuk berdasar Sisi 395 serta 397 dari KUHP untuk pencurian geng serta pencurian geng dengan usaha untuk mengakibatkan kematian atau cedera kronis.

Wakil jaksa penuntut umum Farah Aimy Zainul Anwar menjelaskan tidak ada agunan yang perlu diberi karenanya adalah pelanggaran tanpa ada pemberian agunan.

Tetapi pengacara Mohd Khairul Hafizuddin Ramli, yang sebagai wakil 5 orang Malaysia, minta jumlah agunan yang semakin rendah serta memberikan keyakinan jika ke-5 client-nya akan hadiri proses pengadilan.

Ia menjelaskan ke-3 polisi itu sudah diskors selesai kejadian itu. Hakim Mazdi Abdul Hamid pada akhirnya meluluskan uang agunan sebesar 10.000 ringit untuk semasing dari lima terdakwa masyarakat Malaysia itu. Ia memerintah beberapa terdakwa untuk melapor ke kantor polisi paling dekat tiap bulan sampai penuntasan masalah.

Sedang dua terdakwa WNI tidak mendapatkan agunan.

Leave a Reply