Dianggap Pembela Perbudakan, Patung Wapres ke-7 AS Akan Dipindahkan

Dianggap Pembela Perbudakan, Patung Wapres ke-7 AS Akan Dipindahkan

for-salecheapest-pricelasix.org – Beberapa petinggi di kota bersejarah Charleston, South Carolina, Amerika Serikat (AS), pilih dengan suara bundar dalam voting untuk mengalihkan patung Wakil Presiden ke-7 AS serta advokat perbudakan John C. Calhoun dari alun-alun pusat kota. Ketetapan ini dipacu gelombang tindakan antirasisme George Floyd yang semakin makin tambah meluas di AS.

Seperti dikutip Associated Press (AP), Rabu (24/6/2020) anggota dewan menyepakati perpindahan patung Calhoun dalam voting dengan hasil 13-0 pada Selasa (23/6). Resolusi itu menetapkan perpindahan patung Wakil Presiden ke-7 AS serta senator AS dari South Carolina dari atas monumen setinggi 30 mtr. di pusat kota Marion Square.

Petinggi kota selanjutnya menjelaskan jika patung Calhoun akan diletakkan dengan cara permanen di “tempat yang sesuai dengan dimana dia akan dilindungi serta dilestarikan.”

Pas sebelum larut malam, Departemen Kepolisian Charleston menulis di Twitter: “Calhoun Street di antara Rapat Street serta King Street ditutup untuk perpindahan patung John C. Calhoun,” memberikan tambahan jika jalan akan ditutup semasa beberapa saat.

Pengambilan suara dilaksanakan satu minggu sesudah Wali Kota John Tecklenburg memberitahukan ia akan kirim resolusi ke Dewan Kota. Ia ambil sisi dalam pengambilan suara.

“Saya yakin jika kita sedang memutuskan set baru, set yang semakin adil, dalam riwayat kota kita,” kata Tecklenburg, sekejap sebelum voting. “Kita membuat cara yang betul. Itu cuma hal yang pas untuk kita kerjakan. ”

Baca juga : Anggota Pussy Riot Dibui karena Ucapkan Sumpah Serapah

Untuk dipahami, Calhoun memberikan dukungan perbudakan sewaktu ia hidup serta memegang. Seputar 40% orang Afrika yang diperbudak serta dibawa ke Amerika Utara tiba lewat kota dermaga Charleston. Kota Charleston dengan cara sah mohon maaf di tahun 2018 atas peranannya dalam perdagangan budak.

Dalam resolusinya, kota itu menjelaskan patung itu, yang dibangun semenjak 1898, “dilihat oleh beberapa orang untuk suatu hal kecuali peringatan atas perolehan masyarakat asli South Carolina, tapi semakin untuk lambang memuliakan perbudakan serta dengan begitu, pengingat menyakitkan dari riwayat perbudakan di Charleston. ”

Suport Calhoun pada perbudakan belum pernah labil. Ia menjelaskan dalam beberapa pidato di lantai Senat AS di tahun 1830-an yang lalu jika beberapa budak di daerah selatan lebih bagus dibanding orang kulit hitam bebas di daerah utara, sambil menyebutkan perbudakan untuk “barang positif.”

Gelombang tindakan yang dipacu oleh kematian masyarakat kulit hitam, George Floyd, di tangan polisi Minnesota terus bersambung. Beberapa pengunjuk rasa ramai-ramai inginkan patung-patung sebagai lambang kolonialisme serta rasialisme dirobohkan atau dipindah.

Leave a Reply