Prof Nasaruddin Umar: Penyebaran Virus Hewan ke Manusia Sudah Dijelaskan Al-Quran

Prof Nasaruddin Umar: Penyebaran Virus Hewan ke Manusia Sudah Dijelaskan Al-Quran

for-salecheapest-pricelasix.org – Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar menjelaskan Al-Quran sudah menerangkan jauh hari berkaitan penebaran virus dari hewan ke manusia. Serta, dalam kitab suci itu tertuls tiga momen epidemi.

Menurut Nasaruddin, tiga epidemi yang berlangsung di jaman nabi serta tercatat dalam Al-Quran ialah epidemi antraks di jaman Nabi Saleh, masalah keracunan di sungai pada jaman Thalut serta Jalut, dan jaman Raja Abraham serta pasukan gajah.

“Jadi penyebaran virus binatang ke manusia itu terjadi 14 era yang lalu, 15 era lalu diumumkan oleh Al-Quran saya dapatkan tempo hari, jika rupanya virus binatang itu beralih ke manusia, Al-Quran telah terangkan jauh awalnya epidemi antraks Nabi Saleh, selanjutnya epidemi Thalud serta Jalut di sungai Palestina, epidemi Raja Abraham itu ababil itu ke-3 epidemi besar, ” papar ia dalam acara Assalamualaikum detikers
Senin (18/5/2020) malam.

Dia menceritakan, cerita nabi Saleh berlangsung waktu seorang raja melawannya untuk keluarkan unta raksasa dari satu lubang kecil. Dengan mukjizad Allah SWT, unta itu bisa keluar serta jadi makanan raja serta kaumnya.

Baca juga : Trump Tanggapi Kritikan Obama Soal Penanganan Pandemi Corona

Tapi selanjutnya, raja serta kaumnya terserang satu virus yang membuat badannya menjadi merah pada hari pertama, selanjutnya kuning, serta hitam pada hari ke-3. Serta, pendengarannya turut terusik.

“Semua yang makan daging unta itu beralih warna kulit merah pada hari pertama, hari ke-2 kuning serta hari ke-3 hitam. Itu virusnya berlaga jadi semua cairan jadi hitam, serta pori-pori keluarkan cairan hitam. Hari ke-3 dengarkan suara menggelegar dari langit itu reaksi virus yang menggempur gendang telinganya, ” sambung ia.

Nabi Saleh serta pengikutnya tidak kerkena virus itu sebab tidak mengonsumsi daging itu. Serta, mereka selekasnya menyingkir dari tempat itu supaya tidak terkena.

“Jika ingin belajar itu kita dapat bagaimana Nabi Saleh dapat selamat dari epidemi, kata Al Quran kamu harus selekasnya menyingkir dari tempat ini, ada ayatnya kan demikian kamu menyembelih unta ini, ‘hai kamu Nabi Saleh harus menyingkir selekasnya dari tempat ini’ sebab diperingatkan sesaat lagi mereka akan terjangkiti virus yang berada di dalam unta itu, ” tuturnya.

Rasulullah sendiri diceritakan tidak pernah bertemu dengan epidemi semacam itu. Namun, berdasar hadist kisah Bukhari, Nabi Muhammad bersabda untuk jauhi tidak melalui tempat sisa berlangsungnya satu epidemi.

“Rasulullah menjelaskan semacam itu, jangan melalui tempat yang sempat dijatuhkan epidemi. Nabi belum pernah mendapatkan banyak masalah terkecuali masalah yang dikatakan imam bukhari barusan, Nabi memberi tanggapan mana saat sedang mewabah satu penyakit di satu kampung telah menyebar jangan bertandang ke tempat itu serta yang terlanjur jangan keluar, ” jelas ia.

Nabi , kata Nasaruddin, minta umat Islam untuk percepat langkah atau kendaraan waktu melalui tempat sisa penyiksaan atau epidemi.

“Saya sebutkan nabi belum pernah hadapi, hanya hadistnya ini, kalau kamu melalui satu kampung sisa penyiksaan umat sebelumnya mempercepat kendaraannya. Jika kita lawat Padang Arafah kan bus itu kan ada terminal kereta cepat di samping kanan itu kan dahulu Abraham serta pasukan bergajah itu dihilangkan oleh Allah oleh hewan ababil, kata Rasulullah jika melalui jadi mempercepat, ” katanya.

Oleh karena itu, dia mengharap supaya epidemi virus corona yang sekarang ini tengah mewabah dapat hilang. Dia memperingatkan umat manusia supaya masih bertawakal pada Allah sebab sebenarnya epidemi sebuah peringatan.

“Itu (virus corona) baru peringatan buat kita jadi kita jangan congkak, kasar, ingin musuh virus corona itu kan pintar corona itu kan satu masuk paru-paru itu robek. Nah kedatangan virus ini penilaian mudah-mudahan virus ini menyadarkan kita jika tidak mau sadar ada ini batas lah neraka, ” tutup ia.

(pay/erd)

Leave a Reply