Corona Bisa Tewaskan Hingga 200 Ribu Orang, Trump Perpanjang Masa Pembatasan

Corona Bisa Tewaskan Hingga 200 Ribu Orang, Trump Perpanjang Masa Pembatasan

for-salecheapest-pricelasix.org – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, perpanjang waktu limitasi seperti jaga jarak aman di AS sampai minimal 30 April akan datang sesudah seorang ahli menyebutkan virus corona dapat membunuh sampai 200. 000 orang.

” Titik paling tinggi rata-rata kematian peluang akan berlangsung dalam dua minggu. Karenanya, kami akan perpanjang tutorial kami, ” kata Trump pada Minggu (29/03).

Menurut Trump, ketetapan perpanjang waktu jaga jarak aman alias social distancing dilakukan sesudah dianya dengar ” 2, 2 juta orang dapat wafat bila kita tidak lewat ini semua “.

” Sekarang angkanya semakin lebih rendah, ” tutur Trump.

Pada 24 Maret lantas, Trump menjelaskan jika bisa menjadi ” waktu yang indah ” untuk buka bagian-bagian di AS waktu Paskah, 12 April akan datang.

Penebaran virus corona di New York seperti kereta peluru
Pertempuran di antara AS serta China ditengah-tengah wabah Covid-19
AS adukan masalah virus corona pertama

Perpanjangan waktu limitasi dilakukan sesudah Dr Anthony Fauci, sebagai ahli dari gugus pekerjaan perlakuan virus corona di AS, mengingatkan jika virus itu bisa membunuh sampai 200. 000 masyarakat AS.

Sampai Minggu (29/03) malam, ada 142. 106 orang di AS yang positif menderita Covid-19. Sekitar 2. 479 orang sudah wafat, berdasar data Johns Hopkins University.

” Lihat apa yang kami tonton saat ini, saya menjelaskan di antara 100. 000 sampai 200. 000 kematian [akibat virus corona], ” tutur Fauci pada CNN.

Tetapi, ia cepat memberikan tambahan : ” Saya tidak mau berpegangan pada [angka] itu. Sasarannya berpindah-pindah. ”

Menurut Dr Fauci, AS sekarang ialah ” konsentrasi ” wabah virus corona.

” Kita punyai permasalahan serius di New York, kita punyai permasalahan serius di New Orleans, serta kita akan hadapi permasalahan serius di lokasi lain. ”

” Saya ingin lihat tes-tes diaplikasikan di lapangan. Bila kita dapat lakukan itumaka saya fikir kita dapat mencabut beberapa limitasi. ”

Masalah virus corona di Amerika Serikat sekarang dinyatakan tertinggi di dunia, lebih dari 142. 106 orang positif terkena Covid-19.

Mengacu data Kampus Johns Hopkins, AS melebihi Italia yang memberikan laporan 97. 689 masalah dan China yang mencatat 82. 122 masalah. Ke-2 negara itu awalnya adalah pusat wabah virus corona.

Tapi dengan 2. 479 kematian terkait-Covid-19, jumlahnya kematian AS masih jauh di bawah China (3. 304) serta Italia (10. 779).

Dr Anthony Fauci (kiri), bersama-sama Presiden AS Donald Trump (Reuters)

Dalam pertemuan wartawan di Gedung Putih, Washington, Kamis malam (26/03), Trump menjelaskan : ” Mereka harus kembali kerja, negara kita harus kembali, negara kita didasarkan pada itu serta saya fikir itu akan berlangsung secara cepat.

” Kita bisa manfaatkan sisi dari negara kita, kita kemungkinan ambil sisi besar dari negara kita yang tidak demikian terpengaruh serta kita bisa mengerjakannya dengan cara tersebut. ”

Ia memberikan tambahan : ” Beberapa orang yang salah mendefinisikan saat saya menjelaskan kembali, mereka akan mempraktikan jarak sosial sekitar yang Anda dapat serta membersihkan tangan dan tidak jabat tangan serta segala hal yang kita bicarakan. ”

Saat AS mendahului China dalam soal masalah virus corona paling banyak, Trump menyangsikan angka yang dikeluarkan Beijing, menjelaskan pada wartawan : ” Anda tidak paham banyaknya di China “.

Tetapi dalam cuitannya selanjutnya dia menjelaskan sudah lakukan ” pembicaraan yang benar-benar baik ” dengan Presiden China Xi Jinping.

” China sudah lewat beberapa hal serta sudah mengerti virus ini. Kami bekerja bersama dengan cara erat. Benar-benar saya hargai, ” kata Trump.

Baca juga : WHO Pilih Malaysia untuk Lakukan Uji Coba Obat Remdesivir untuk Virus Corona

Dapatkah presiden memerintah kesemua orang kembali kerja?

Tidak. Awal bulan ini, Trump memutuskan periode 15 hari untuk perlambat penebaran virus corona dengan menekan kesemua orang Amerika untuk kurangi hubungan publik dengan cara mencolok sepanjang periode itu.

Tetapi ajakan ini berbentuk suka-rela serta tidak ada keharusan untuk mengerjakannya.

Walau sebenarnya, dalam konstitusi AS jelas jika pemerintah mempunyai kuasa untuk jaga keamanan dan ketertiban publik, yang menurut beberapa ahli ialah tanggung jawab gubernur negara sisi untuk putuskan limitasi berkaitan penebaran virus.

Sekarang, 21 negara sisi AS sudah memerintah masyarakatnya untuk tinggal di dalam rumah mereka untuk menangani wabah.

Presiden AS sudah keluarkan kebijaksanaan federal untuk mengatasi pandemi, seperti Undang-Undang Stafford, yang sangat mungkin pemerintah AS untuk memberikan beberapa puluh miliar dolar untuk pertolongan genting.

Trump sudah ajukan Undang-Undang Produksi Pertahanan, yang akan memungkinkannya untuk menasionalisasi manufaktur buat membuahkan suplai medis.

 

Leave a Reply