Budidaya Tanaman Porang dan Kisah Eks Pemulung yang Jadi Miliarder

Budidaya Tanaman Porang dan Kisah Eks Pemulung yang Jadi Miliarder

for-salecheapest-pricelasix.org – Paidi kembali share narasi keberhasilannya dalam membudidayakan tanaman porang. Bekas pemulung yang sekarang jadi miliarder itu bagikan pengetahuan tanam porang pada petani yang lain.

Tanaman porang adalah tipe umbi-umbian yang diketahui dengan nama ‘iles-iles’. Porang terhitung ke spesies Amorphophallus muelleri. Tanaman porang dapat dikonsumsi sebab masih serumpun dengan suweg serta walur.

Tanaman porang jadi target beberapa negara serta tanaman ini telah di-export sampai ke Jepang.

Paidi sebetulnya telah menanam porang semenjak hampir empat tahun kemarin di Madiun. Pemasaran tanaman porang kepunyaannya juga sampai ke luar negeri sampai membuat jadi miliarder.

Berikut sekitar tanaman porang membuat bekas pemulung ini jadi miliarder:

1. Faedah Tanaman Porang

Tanaman porang bisa tumbuh pada tipe tanaman apapun. Tanaman porang umumnya digunakan untuk kosmetik. Tidak itu saja, tanaman porang dipakai untuk tepung baku, kosmetik sampai pembuat lem.

2. Cerita Keberhasilan

Tanaman porang jadi jalan mengubah nasib Paidi. Dia ialah seorang petani yang dahulunya kerja jadi pemulung. Sekarang paidi sukses mendulang keberhasilan serta jadi miliarder sesudah membudidayakan porang.

Dahulu, salah seorang temannya memperkenalkan tanaman porang yang mempunyai nilai jual tinggi. Paidi juga cari rujukan di internet mengenai manfaat porang.

Pada detikcom, Paidi menceritakan, “Sesudah jadi pemulung itu, selang berapakah waktu bertemu rekan se-panti bimbingan, sebab saya dahulu ingin sekolah masuk ke panti bimbingan. Orangtua tidak dapat menyekolahkan. Sesudah dikenalkan sama rekan itu, selanjutnya saya cari rujukan di internet. Serta sesudah tahu manfaat porang di internet, saya putuskan jika saya harus memperdalam usaha ini.”

3. Langkah Budidaya Porang

Biasanya tanaman porang baru dapat dipanen dua sampai tiga tahun. Tetapi, Paidi mengubah skema menanam porang hingga bertambah cepat dipanen. Porang biasanya tumbuh liar dibawah naungan pohon lain, perihal ini pula yang membuat porang lama untuk dapat panen.

Baca juga :  Ikut Berdukacita, Wamenag Kenang Pesan Terakhir Gus Sholah

Paidi selanjutnya coba membudidayakan porang supaya bisa dipanen bertambah cepat. Sesudah banyak dikerjakan eksperimen, nyatanya tanaman porang ditanam di persawahan.

Sekarang Paidi dapat memanen 70 ton porang di satu hektare tempat. Paidi menanam dengan memakai umbi porang bukan biji ‘katak’ yang melekat pada daun hingga waktu panen dari yang tiga tahun dapat dipotong enam bulan.

4. Share Pengetahuan dengan Petani

Paidi mempunyai petani binaan yang banyaknya telah lebih dari seribu. Beberapa petani bukan sekedar datang dari Madiun, dan juga di luar pulau Jawa seperti Kalimantan serta Sumatra.

Beberapa petani disodori bekerja bersama dengan PT Paidi Indo Porang. Perusahaan punya Paidi ini akan memberi bibit pada petani, tetapi petani harus jual hasil panen ke perusahaannya.

5. Harga Tanaman Porang

Porang mempunyai nilai export yang lumayan tinggi. Harga porang fresh di jual Rp 4000 per Kg. Sedang untuk porang olahan yang siap di-export harga Rp 14000 per Kg.

(lus/erd)

Leave a Reply