Kebakaran Hutan di Queensland Diduga Sengaja Dilakukan Anak-anak

c9fed48b-14e6-4ef4-b18e-e94648503b6d_169

Kebakaran Hutan di Queensland Diduga Sengaja Dilakukan Anak-anak

c9fed48b-14e6-4ef4-b18e-e94648503b6d_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Faksi kepolisian menjelaskan sekitar 10 anak dibawah usia disangka terjebak jadi pemicu kebakaran rimba di Queensland, Australia.

Semenjak status genting diresmikan di Queensland pada 9 November lalu, polisi selama ini sudah menindaki 18 orang yang disangka menyengaja lakukan pembakaran.

10 salah satunya ialah anak dibawah usia yang sekarang punyai urusan dengan UU yang di Australia disebutkan ‘Youth Justice Act’.

Dalam periode waktu dua tahun sampai 2018, sekitar 136 anak dituduh sebab sudah menyalakan api yang membahayakan property di Queensland.

Dari jumlahnya ini cuma 18 orang yang telah jalani hukumannya.

Diantaranya remaja pria berumur 16 tahun yang disangka menyalakan api di lokasi Yeppoon. Kebakaran itu merusak 30 bangunan.
Selain itu dua remaja yang lain terjebak dalam kebakaran di Peregian, Sunshine Coast, pada September kemarin.

Tetapi polisi pilih tidak untuk tuntut ke-2 remaja itu, dengan fakta mereka tidak menyengaja menyulut kebakaran dari puntung rokoknya.

Baca juga : Usai Bentrokan Sengit, 100 Demonstran Hong Kong Dikepung Polisi di Kampus

Kebakaran itu merusak Binna Burra Lodge di Gold Coast Hinterland pada bulan September.

Menurut Jaksa Agung Queensland Yvette D’Ath, ada langkah lebih efisien untuk mengatasi beberapa remaja ini, daripada menceploskan mereka ke penjara beberapa anak.

“Ketetapan bersalah dijatuhkan dalam kondisi yang terekstrim, tetapi pengadilan serta polisi berusaha supaya mereka tidak mengerjakannya ,” tuturnya.

Di tahun 2017 ada 88 anak berumur 10 sampai 18 tahun yang terbawa hukum dikarenakan kebakaran yang mengakibatkan kerusakan property.

Jumlahnya ini turun jadi 48 orang pada tahun 2018, walau tenggang umur pelakunya makin bertambah sampai 17 tahun.

Tetapi bila dibanding tahun 2016, cuma ada 21 beberapa anak yang terjebak.

Politikus ditempat Deb Frecklington menjelaskan anak dibawah usia yang terjebak kebakaran harusnya mohon maaf atas tindakan mereka.

“Beberapa anak ini semestinya hadapi resiko dari tindakan mereka dengan mohon maaf pada beberapa korban, serta berkunjung ke pusat perlakuan korban kebakaran,” tuturnya.

Tetapi Jaksa Agung Yvette menjelaskan beberapa anak itu telah berjumpa dengan cara langsung dengan beberapa korban.

Artikel ini disadur dari artikel dalam bahasa Inggris di sini.

Leave a Reply