Ditahan Kasus Penembakan, Anak Bupati Majalengka Terancam 20 Tahun Penjara

e291f17d-bed6-452f-becc-59dd22b8bbef_43

Ditahan Kasus Penembakan, Anak Bupati Majalengka Terancam 20 Tahun Penjara

e291f17d-bed6-452f-becc-59dd22b8bbef_43

for-salecheapest-pricelasix.org – Polres Majalengka meredam Irfan Nur Alam, anak Bupati Majalengka Karena Sobahi. Kasubag Ekbang Pemkab Majalengka itu jadi terduga masalah penembakan pada Panji Pamungkasandi.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono mengatakan penahanan Irfan dikerjakan pada jam 00.10 WIB, Sabtu (16/11/2019). Irfan dihujani 26 pertanyaan oleh penyidik. Hasil dari kontrol itu, lanjut ia, Irfan dapat dibuktikan melanggar hukum.

“Sesudah kontrol, kita dalami serta mengumpulkan alat faktanya. Dengan resmi serta memberikan keyakinan melanggar klausal 170 juncto undang-undang genting klausal 1 ayat 1 tahun 1951 dengan intimidasi hukuman 20 tahun penjara,” kata Mariyono pada mass media waktu wartawan launching di Mapolres Majalengka Jalan KH Abdul Halim Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2019).

Sebelum meredam Irfan, disebutkan Mariyono, faksinya sudah mengecek sekitar 15 saksi, serta satu orang saksi pakar dalam masalah itu. Polisi amankan beberapa tanda bukti, seperti buku pistol berkaliber 9 milimeter, buku pemilikan peluru, kartu izin pemakaian senjata dari Mabes Polri, serta hasil visum korban.

“Sekarang yang berkaitan kita tahan di rutan Mapolres Majalengka sepanjang 20 hari sesuai dengan surat perintan penahanan. Ini sesuai dengan aturah hukum berkaitan penahanan pertama,” kata Mariyono.

Awalnya, salah satu orang penasehat hukum Irfan, Kristiwanto membetulkan terdapatnya penahanan itu. Kris menjelaskan faksinya menghormati proses hukum yang berjalan. Karena, lanjut ia, penahanan pada Irfan adalah hak preogratif penyidik.

Baca juga : 150 Perwira Seskoal Diwisuda, Wakasal: Pertahanan Adalah Investasi

“Itu hak preogratif penyidik, subyektivitas penyidik. Kita tidak dapat menangkis,” kata Kris pada mass media, Sabtu (16/11/2019).

Leave a Reply