Balai Arkeologi soal Harta Karun Sriwijaya Usai Karhutla: Pencarian Sejak 2015

7981143d-862e-4b78-a66c-8464738b6246_169

Balai Arkeologi soal Harta Karun Sriwijaya Usai Karhutla: Pencarian Sejak 2015

7981143d-862e-4b78-a66c-8464738b6246_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Penelusuran harta karun tersisa dari Kerajaan Sriwijaya masih dikerjakan di Cengal, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Tubuh Arkeologi menyebutkan hal tersebut telah dikerjakan semenjak 2015 kemarin.

“Sebetulnya penelusuran itu bukan hal baru. Semenjak 2015 telah dikerjakan,” kata Kepala Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Budi Wiyana waktu di konfirmasi detikcom, Sabtu (5/10/2019).

Disebutkan Budi, masyarakat memburu emas serta benda peninggalan riwayat sesudah tempat kekeringan serta terbakar. Serta emas serta beberapa benda bersejarah lain kelihatan tampil di permukaan.

“Benar kata Pemkab, kita tidak juga bisa melarang masyarakat. Kami kesana itu untuk mencatat, telah berapakah kali kita kerjakan untuk pastikan peninggalan riwayat,” kata Budi.

“Kita cuma berbentuk riset serta semenjak awal penggalian kami telah mendapatkan info. Memang tempat itu ada di Pesisir Timur sebagai jalan penting perekonomian masa Sriwijaya serta sebelum Sriwijaya,” tuturnya.

Budi menyebutkan team dari Balai Riset Cagar Budaya (BPCB) Sumbangsel yang berkantor di Jambi juga telah ke tempat. Waktu itu team periset beli beberapa hasil penemuan masyarakat, diantaranya yakni batu prasasti.

“Jadi jika saya dapat ulasan itu awalannya di 2015 akhir. Saya survey di Cengal serta bisa berita banyak yang mencari itu. Awalannya yang diketemukan tiang-tiang rumah, perlengkapan rumah tangga sampai emas serta manik-manik, termasuk baru prasasti,” kata Budi.

Baca juga :Begini Kondisi TKP Penemuan Kerangka Manusia Misterius di Gunungkidul

Spesial untuk batu prasasti, disebutkan Budi memiliki ukuran setapak tangan orang dewasa dengan ukiran kuno. Batu itu disangka kuat datang dari Kerajaan Sriwijaya yang menceritakan mengenai perjalanan suci.

“Kami menyebutkan itu Sidhayatra, atau dapat disebutkan dengan Perjalanan Suci Kerajaan Sriwijaya. Jika batu prasasti penemuan di 2015 serta tahu siapa yang nyimpan, itu kita meminta ditangkap dahulu sama BPCB,” kata Budi.

“Disana tidak disebut waktunya kapan dicatat. Tapi yang pasti ada narasi waktu Kerajaan Sriwijaya dari Era 7-11,” tegas Budi.

Batu prasasti itu, sekarang telah ditangkap BPJB. Terhitung beberapa manik-manik yang terkait dengan riwayat Sriwijaya serta sebelum Sriwijaya.

Untuk didapati, masyarakat Cengal sekarang mulai ramai-ramai memburu harta karun di Sungai Jeruju, Cengal, OKI. Beberapa pelacak harta karun akui temukan emas serta beberapa barang tua dari peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Tidak tanggung-tanggung, beberapa pemburu akui dapat mendapatkan emas di antara 5-6 gr/hari. Bila mempunyai motif serta nilai riwayat, emas dapat dihargai oleh konsumen di antara Rp 50-60 juta.

Leave a Reply