Pemprov Jabar Genjot Budaya Literasi Lewat Kolecer dan Candil

e5e2369b-37da-4ef1-bfa7-26ce42f74312

Pemprov Jabar Genjot Budaya Literasi Lewat Kolecer dan Candil

e5e2369b-37da-4ef1-bfa7-26ce42f74312

for-salecheapest-pricelasix.org – Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jawa barat tengah berusaha tingkatkan ketertarikan baca warga. Diantaranya dengan mengeluarkan Kolecer (Kotak Literasi Pintar) serta Candil (Maca Dina Digital Library).

“Ketertarikan baca orang Indonesia condong rendah, karena itu harus kita harus membuat pengembangan untuk meningkatkannya,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam info tercatat, Senin (9/9/2019).

Hal tersebut dia berikan waktu jadi narasumber dalam acara Book Park 2019 di Ciwalk Union Square, Kota Bandung, Minggu (8/9/19).

Baca juga : 135 Rumah di Madina Terendam Banjir Akibat Luapan 2 Sungai

Menurut Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, faksinya optimis ketertarikan membaca warga, terutamanya generasi muda, bisa bertambah lewat Kolecer serta Candil. Karena, warga bisa terhubung serta membaca buku lewat gawai.

“Kolecer disimpan di trotoar di ruang umum, serta generasi milenial saat ini hasil surveinya lebih suka habiskan saatnya dengan menggunakan gawai, karena itu kita buat Candil,” katanya.

Pada Kamis (5/9/19) tempo hari Emil juga terima penghargaan Nugra Layanan Darma Pustaloka untuk kelompok Petinggi Publik Yang Bertindak Aktif Pada Peningkatan Perpustakaan serta Pembudayaan Suka Membaca dari Perpusatakaan Nasional RI di The Ballroom Jakarta Theatre. Ini tidak terlepas dari program yang dijalankannya itu.

“Mengisyaratkan usaha dari kami membawa hasil hingga menggerakkan budaya literasi yang lebih baik ,” kata Emil.

“Semua kita dorong dengan pengembangan seperti diantaranya, menggerakkan penerbitan buku oleh istri-istri kepala wilayah, menggerakkan literasi di sekolah, serta mendatangkan Kolecer di ruang umum, Candil, serta lain- lain,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Emil berikan motivasi warga Jawa barat untuk tingkatkan ketertarikan baca. Karena, katanya, perkembangan bangsa terdapat juga pada budaya literasi yang baik. “Jangan malas membaca, jangan takut salah menulis,” tutur Emil.

Karena itu itu, Emil ajak ibu rumah-tangga jadi figur pendidik beberapa anak di dalam rumah untuk mencanangkan budaya literasi. Baik mengenalkan budaya membaca atau menulis. Hal tersebut dikerjakan supaya beberapa anak suka membaca serta menulis.

Sedang, Bunda Literasi Jawa barat Atalia Praratya Kamil mengatakan supportnya pada pekerjaan literasi, seperti Book Park 2019. Menurutnya, faksinya juga santer menebarkan semangat literasi ke 27 kabupaten/kota se-Jabar lewat Tayangan Keliling (Sarling).

“Kami mengusahakan warga lebih dekat dengan buku,” kata Atalia, istri Ridwan Kamil.

Atalia juga menjelaskan, mengenalkan budaya literasi pada anak dapat dengan mendongeng, ajak ke perpustakaan, atau membuat pojok bacaan di dalam rumah sendiri.

Leave a Reply