Mahathir Tegaskan Zakir Naik Tak Akan Dideportasi ke India untuk Saat Ini

a359bc22-7bb7-47f3-87fe-9d68b41dcd9a_169

Mahathir Tegaskan Zakir Naik Tak Akan Dideportasi ke India untuk Saat Ini

a359bc22-7bb7-47f3-87fe-9d68b41dcd9a_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Ulama polemis, Zakir Naik, tidak dideportasi ke India untuk sekarang. Penegasan itu dikatakan oleh Pertama Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohmad dalam pengakuan terbarunya.

Seperti dikutip New Straits Times serta Free Malaysia Today, Jumat (23/8/2019), PM Mahathir memperjelas sikap pemerintahannya masih sama juga dengan awalnya, yaitu tidak mendeportasi Zakir Naik ke negara aslinya.

“Untuk sekarang, tidak ada pergantian (pada sikap saya),” sebut PM Mahathir waktu diberi pertanyaan apa dianya masih berdasar pada sikapnya tidak untuk memulangkan Zakir Naik ke India.

Penegasan itu dikatakan PM Mahathir sesudah hadiri pertemuan dengan beberapa pegawai negeri sipil di Malaysia pada Kamis (22/8) waktu ditempat.

Baca juga : Kritik Anggaran Mobil Menteri Rp 147 M, Roy Suryo Sarankan Sewa

Didapati jika minggu lalu, PM Mahathir mengatakan pemerintahannya akan mencabut status permanent resident yang digenggam Zakir Naik, bila pendakwah kelahiran Mumbai itu dapat dibuktikan sudah lakukan beberapa hal yang mengakibatkan kerusakan kesejahteraan Malaysia.

Zakir Naik menyebabkan masalah di Malaysia berkaitan komentar kontroversialnya masalah masyarakat etnis China serta masyarakat minoritas Hindu yang dikatakan dalam satu dialog keagamaan di Kelantan, Malaysia, waktu lalu. Waktu itu Zakir Naik menanyakan kesetiaan masyarakat Hindu di Malaysia. Ia menyebutkan masyarakat etnis China di Malaysia jadi ‘tamu lama’ yang perlu pulang ke negara asal mereka lebih dulu, waktu memberi komentar ajakan deportasi dianya.

Beberapa pernyataan itu membuat Zakir Naik diselidiki polisi atas sangkaan melanggar Masalah 504 UU Pidana Malaysia, yang mengendalikan masalah tindak penghinaan dengan menyengaja dengan kemauan memprovokasi untuk mengakibatkan kerusakan perdamaian. Penyidikan didasarkan pada lebih dari 100 laporan masalah Zakir Naik yang diserahkan ke polisi.

Selain itu, pemerintah India tengah berusaha menggerakkan Interpol untuk meluncurkan red notice buat Zakir Naik (53) supaya bisa memulangkan paksa pendakwah populer itu. Oleh otoritas India, Zakir Naik dicari semenjak tahun 2016 berkaitan tuduhan pencucian uang serta menghasut ekstremisme lewat ajaran kedengkian.

Pemerintah Malaysia selama ini menampik untuk mendeportasi Zakir Naik ke India, dengan PM Mahathir menanyakan apa pendakwah polemis itu akan terima persidangan yang adil di negara aslinya.

Berkaitan tuduhan dari otoritas India, Zakir Naik menyanggah semuanya. Dalam pengakuan awalnya, Zakir Naik mengatakan siap hadapi persidangan di India seandainya mendapatkan agunan dari otoritas India jika ia tidak diamankan sampai dikatakan dapat dibuktikan bersalah.

Leave a Reply