Kapal Patroli Awasi Penanganan Minyak Tumpah di Tanjung Karawang

e309cc5b-ca88-4863-9189-9a1796e9bb0a

Kapal Patroli Awasi Penanganan Minyak Tumpah di Tanjung Karawang

e309cc5b-ca88-4863-9189-9a1796e9bb0a

for-salecheapest-pricelasix.org – Kemenhub Laut menerjunkan Kapal Patroli Kesatuan Penjagaan Laut serta Pantai (Sea and Coast Guard) KN Alugara untuk mengamati perlakuan minyak tumpah di Tanjung Karawang.

Kapal punya Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok menghadapi beberapa pihak luar yang bisa mengganggu kapal-kapal waktu mengadakan oil boom di tempat tumpahan minyak itu.

“Dengan berganti-gantian kapal-kapal patroli Sea and Coast Guard dari pangkalan PLP Priok serta KSOP Kepulauan Seribu melakukan pengawasan serta penyelamatan di daerah tumpahan minyak itu,” tutur Direktur Kesatuan Penjagaan Laut serta Pantai (KPLP), Ahmad dalam info tercatat, Sabtu (10/8/2019).

Pangkalan PLP Tanjung Priok mempersiapkan 2 unit armada kapal kelas 1 serta kelas 2 yakni KN Alugara serta KN Jembio. Kedua-duanya bekerja berganti-gantian melakukan pengawasan serta penyelamatan dengan kapal-kapal kelas III KSOP Kepulauan Seribu.

“Serta untuk cadangan, Pangkalan PLP Tanjung Priok mempersiapkan 1 kapal kelas II yakni KN. Kujang yang sekarang ada di perairan Cirebon untuk setiap waktu digerakkan ke tempat tumpahan minyak,” tuturnya.

Ahmad menerangkan jika KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu sebagai Mission Coordinator (MC) Tier 1 sesuai dengan Perpres No 109 Tahun 2006 mengenai Penanggulangan Kondisi Genting Tumpahan Minyak di Laut harus lakukan pengawasan dengan terus-terusan. Pengawasan harus terus dikerjakan sepanjang perlakuan kebocoran gas serta tumpahan minyak dari anjungan yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Daya Offshore North West Java (PHE ONW) di Pantai Utara Jawa.

“Untuk perlakuan offshore, sampai sekarang telah menyertakan 46 kapal serta 937 orang personil yang dikerahkan untuk menangani tumpahan minyak serta oil boom yang dipakai selama 5.700 mtr.,” tuturnya.

Mengenai keseluruhan tumpahan minyak yang disatukan per tanggal 9 Agustus 2019 jam 22.00 WIB dengan akumulatif ialah sekitar 4.803,42 barrel.

Sesaat untuk perlakuan onshore, oil boom yang terpasang selama 2.070 mtr.. Personil yang terjebak sekitar 2.856 orang yang terbagi dalam KSOP Kepulauan Seribu, OSCT, warga seputar, Pokwasmas, TNI serta Polri.

“Tumpahan minyak kelihatan di Pulau Rambut serta Pulau Untung Jawa yang masih juga dalam proses pembersihan. Untuk Pulau Kelapa, Keinginan, Pramuka, Tidung, Pari, Lancang, Ayer serta Arco Ardjuna tidak diketemukan terdapatnya tumpahan minyak. Ditjen Perhubungan Laut lewat KSOP Kepulauan Seribu selalu lakukan pengawasan pada perlakuan kebocoran gas serta tumpahan minyak dengan mengerahkan sumber daya baik personil atau fasilitas prasarana yang ada supaya penebaran tumpahan minyak bisa dilokalisir serta cepat ditanggulangi,” katanya.

Selain itu, Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu yang sebagai Mission Coordinator (MC) Tier 1, Herbert Marpaung menerangkan jika sebagai MC, dia mengkoordinasikan semua pihak yang terjebak dalam perlakuan tumpahan minyak terhitung gerakan kapal serta personil.

Tidak hanya suport kapal patroli Sea and Coast Guard, Kapal Negara Kenavigasian sudah menempatkan 13 Buoy di seputar tempat insiden tumpahan minyak. Satu buoy jadi pemberi tanda serta 12 buoy jadi static oil boom.

“Dengan aktif Stasiun Radio Pantai (SROP) Tanjung Priok menerbitkan Navigational Warning lewat Navigation Telegram serta KSOP Kepulauan Seribu aktifkan pos awasi di pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu,” tutur Herbert.

Jadi bentuk suport, KSOP Kepulauan Seribu memberi keringanan serta prioritas dan pemercepatan perizinan untuk gerakan kapal-kapal yang dipakai untuk mengatasi pencemaran minyak itu.

Pada kunjungannya ke posko penanggulangan tumpahan minyak di KSOP Kepulauan Seribu, Ahmad meluangkan untuk lihat persiapan kapal-kapal patroli serta oil boom punya Pangkalan PLP Tanjung Priok yang siap dipakai bila setiap saat dibutuhkan.

Posko KSOP Kepulauan Seribu di dukung oleh personil dari Kantor Kesyahbandaran Penting Tanjung Priok, Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok serta Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok.

Baca juga : Sebaran Asap Karhutla RI Meluas, Belum Masuk ke Singapura-Malaysia

 

Leave a Reply