Ikut Unjuk Rasa di Hong Kong, 2 Pilot Cathay Pacific Dipecat

3a25661e-4e0a-4f36-a866-51641eb9303c_169

Ikut Unjuk Rasa di Hong Kong, 2 Pilot Cathay Pacific Dipecat

3a25661e-4e0a-4f36-a866-51641eb9303c_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Maskapai Cathay Pacific mengeluarkan dua pilotnya yang ikut juga dalam demonstrasi besar di Hong Kong. Ke-2 pilot itu sudah tidak diaktifkan dari pekerjaannya dalam beberapa waktu paling akhir.

“Menyikapi pertanyaan media, Cathay Pacific memverifikasi jika dua pilot sudah diberhentikan sesuai ketentuan serta ketetapan dalam kontrak kerja mereka,” demikian pengakuan paling baru maskapai Cathay Pacific, seperti dikutip Reuters, Rabu (14/8/2019).

“Satu pilot sekarang terjebak proses hukum. Yang lain salah gunakan info perusahaan masalah penerbangan CX216 pada 12 Agustus,” tambah pengakuan itu.

“Cathay Pacific ingin menegaskan jika kami tidak memberi pandangan apa pun mengenai proses yang sedang berjalan,” tegas pengakuan Cathay Pacific itu.

Baca juga : 2 dari 5 Pelaku Kasus Mayat dalam Karung Masih Anak-anak

Minggu lalu, otoritas penerbangan China minta maskapai Cathay Pacific yang berkantor di Hong Kong untuk menonaktifkan personelnya yang turut dalam demonstrasi ilegal di kota itu. Maskapai Cathay Pacific juga ambil langkah dengan menonaktifkan seroang pilot sebagai satu dari 40 orang yang dituduh berkaitan benturan dalam demonstrasi di dekat kantor perwakilan China di Hong Kong. Satu pilot yang lain tidak diaktifkan pada Selasa (13/8) tempo hari.

Didapati jika benturan paling baru di antara pengunjuk rasa serta polisi pecah dalam tindakan protes paling baru di Lapangan terbang Internasional Hong Kong pada Selasa (13/8) malam waktu ditempat. Operasional penerbangan di lapangan terbang juga terusik sepanjang dua hari paling akhir serta bawa Hong Kong makin jatuh pada kericuhan.

Pada Rabu (14/8) pagi, operasional penerbangan di lapangan terbang Hong Kong normal kembali. Kemelut berkurang walau ada beberapa puluh pengunjuk rasa yang masih bertahan di ruang lapangan terbang. Jadi bentuk permintaan maaf untuk publik serta beberapa wisatawan, pengunjuk rasa Hong Kong menebar selebaran serta meluncurkan pengakuan lewat online. Isi selebaran serta pengakuan itu mohon maaf pada publik serta wisatawan atas ketidaknyamanan sepanjang lima hari paling akhir waktu mereka berlaga di lapangan terbang.

“Bukan tujuan kami untuk menyebabkan penangguhan perjalanan Anda serta kami tidak mau memunculkan ketidaknyamanan buat Anda,” demikian pengakuan tercatat beberapa pengunjuk rasa Hong Kong seperti dikutip Associated Press.

“Kami minta pandangan serta permintaan maaf dari Anda, sebab golongan muda di Hong Kong akan meneruskan perjuangan untuk kebebasan serta demokrasi,” tegas pengakuan itu.

Otoritas lapangan terbang Hong Kong dalam pengakuan terpisah menyebutkan faksinya memperoleh ‘perintah sesaat untuk meredam beberapa orang yang, dengan melanggar hukum serta dengan menyengaja, menghalangi atau mencampuri’ operasional lapangan terbang. Disebut otoritas lapangan terbang jika ada ruang tersendiri yang diutamakan buat demonstrasi serta pengunjuk rasa tidak dibolehkan berlaga di luar ruang itu.

Demonstrasi besar di Hong Kong yang berjalan beberapa minggu paling akhir serta berawal jadi protes pada perancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang polemis sebab mengendalikan ekstradisi terduga kriminil ke China, sekarang meluas jadi pergerakan tuntut reformasi demokrasi.

Leave a Reply