Hutan di Lereng Gunung Sumbing Wonosobo Terbakar

8187eef5-8cdc-4aba-9a72-f33187e6a1dd_169

Hutan di Lereng Gunung Sumbing Wonosobo Terbakar

8187eef5-8cdc-4aba-9a72-f33187e6a1dd_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Kebakaran rimba berlangsung di lereng Gunung Sumbing di petak 28 RPH, Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran Wonosobo. Terpantau sampai jam 09.30 WIB pemadaman masih dikerjakan.

Berdasar info yang dikumpulkan, kebakaran berlangsung pada Minggu (11/8) jam 17.30 WIB. Minimal ada empat titik api yang ada di atas Desa Banyumudal, Wonosobo. Pemadaman terus dikerjakan sampai Minggu (11/8) malam, serta masih bersambung sampai ini hari.

“Pemadaman api dikerjakan sampai larut malam, serta pagi hari ini masih ada titik api serta masih di padamkan oleh faksi perhutani,” jelas koordinator Pusdalop Tubuh Penanggulangan Musibah Wilayah (BPBD) Wonsobo, Sabar waktu dihubungi detikcom, Senin (12/8/2019).

Sabar akui belum mengetaui sumber api kebakaran itu. Ia ungkap keadaan Gunung Sumbing sekarang tertutup kabut tipis.

Baca juga : Kapal Patroli Awasi Penanganan Minyak Tumpah di Tanjung Karawang

“Untuk efek luasan masih juga dalam pencatatan. Sekarang, kami sedang ada di tempat bersama dengan faksi Perhutani untuk minta info relawan serta team SAR yang mematikan api semalam,” katanya.

Kebakaran rimba berlangsung di Desa Penanggungan, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Api yang mulai didapati pada tadi malam membakar 2 hektare rimba.

Kepala Pelaksana Tubuh Penanggulangan Musibah Wilayah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman menjelaskan kebakaran ini awalannya didapati masyarakat pada Minggu (11/8). Waktu itu, masyarakat lihat kepulan asap dari rimba.

“Tempo hari siang masyarakat lihat kepulan asap dari arah rimba. Kebetulan jarak di antara pemukiman masyarakat dengan rimba seputar 3 km. ini,” kata Arief waktu dihubungi detikcom, Senin (12/8).

Awalannya masyarakat tidak berprasangka buruk dengan kepulan asap itu. Tetapi sesudah dikerjakan kontrol ke rimba, baru didapati berlangsung kebakaran di rimba Cemeti di Desa Penanggungan.

“Awalannya masyarakat tidak berprasangka buruk dengan kepulan asap, ditambah lagi bersamaan dengan hari raya kurban. Umumnya banyak yang bakar-bakar. Tapi sesudah dicek nyatanya benar ada kebakaran,” terangnya.

Masyarakat selanjutnya bergotong royong mematikan api itu. Api mulai padam pagi hari barusan seputar 02.00 WIB.

“Untuk luasannya, ada seputar 2 hektare yang terbakar. Sekarang, untuk sumber api masih juga dalam penyidikan faksi kepolisian,” katanya.
(sip/sip)

 

Leave a Reply