Warga Selandia Baru Serahkan Senjata Api Usai Teror Masjid Christchurch

Warga Selandia Baru Serahkan Senjata Api Usai Teror Masjid Christchurch

for-salecheapest-pricelasix.org – Masyarakat Selandia Baru mulai menyerahkan senjata api semi-otomatis yang mereka punya mengejar larangan pada semua senpi type itu sesudah serangan pada dua masjid di Kota Christchurch, Maret kemarin.

Penyerahan senpi di Christchurch ialah yang pertama dari 250 acara pengumpulan senpi di seantero negeri.

Jadi imbal balik, negara akan membayar masyarakat yang menyerahkan senpinya.

Selama ini, lebih dari NZ$433.600 (Rp4,06 miliar) sudah dibayarkan pada 169 pemilik senpi, yang menyerahkan 224 puncak senjata.

Baca juga : Jokowi-Prabowo Tak Bahas Habib Rizieq Saat Bertemu, FPI: Tak Masalah

Senjata-senjata itu selanjutnya dihancurkan.

“Kepolisian mengerti jika ini ialah pergantian besar buat komune pemilik senjata api yang taat pada hukum. Kami dengar tanggapan positif dari beberapa orang saat mereka hadir, seperti bagaimana proses ini baik buat mereka,” kata komandan kepolisian ditempat, Mike Johnson.

Menurut dia, ada lebih dari 900 pemilik senjata di lokasi Canterbury yang telah mendaftarkan untuk menyerahkan 1.415 puncak senjata.

Seseorang pemilik senpi, yang minta namanya tidak disebut, akui senang dengan uang sekitar NZ$13.000 (Rp122,2 juta) yang ia terima waktu menyerahkan senjata semi-otomatisnya.

“Saya fikir ini benar-benar bukan proses yang adil, saya kurang senang dengannya. Tetapi, hasilnya bagus serta mereka mengatasinya secara baik,” katanya pada harian New Zealand Herald.

Kepolisian Selandia Baru kumpulkan bermacam senjata api semi-otomatis di Christchurch. (Getty Images)

Namun, tidak kebanyakan orang suka dengan penyerahan senpi.

Vincent Sanders, seseorang pemilik senpi dari Christchurch, menjelaskan pada TV New Zealand jika ia akan menampik sesudah ditawari US$150 untuk senpi punya kakeknya yang berumur satu era.

“Mereka tergesa-gesa mengatasi prosedurnya, mereka memberikan kami dua hari untuk menyerahkan, tidak ingin memerhatikan serta memaksakan,” katanya.

Pemerintah berikrar akan memberikan NZ$208 juta (Rp1,9 triliun) untuk pola pembelian senpi punya masyarakat.

Undang-Undang Reformasi Senjata selamat di parlemen pada April lalu lewat pengambilan suara dengan 119 orang mengatakan sepakat serta seseorang menampik.

UU itu melarang senjata semi-otomatis ala militer serta suku cadangnya yang digunakan untuk membuat senpi.

Waktu mengemukakan pidato di depan beberapa anggota parlemen, Pertama Menteri Jacinda Ardern, memperjelas: “Saya tidak dapat memikirkan kondisi yang lebih menekan dibanding saat ini.”

Leave a Reply