Tanggapi Isu Reshuffle, Golkar Singgung Target Jokowi 5 Tahun ke Depan

e436aa2b-bcd1-45fc-96fd-e538f6b567c2_169

Tanggapi Isu Reshuffle, Golkar Singgung Target Jokowi 5 Tahun ke Depan

e436aa2b-bcd1-45fc-96fd-e538f6b567c2_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Golkar memperjelas rumor reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah hak penuh dari Jokowi. Tetapi menurut Golkar yang penting dari perombakan serta formasi kabinet Jokowi ialah sasaran dari perolehan Jokowi untuk 5 tahun ke depan.

“Saya anggap itu hak Pak Jokowi, untuk lakukan katakanlah reshuffle, mungkin Pak Jokowi sudah memperhitungkan beberapa hal tekait dengan gagasan kebijaksanaan yang akan dikerjakan oleh beliau. Jadi ya pasti kita berikan saja sama Pak Jokowi,” tutur Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily waktu dihubungi, Jumat (13/7/2019).

Berkaitan keinginan Golkar bila benar ada reshuffle kabinet, Ace menjelaskan partainya masih yakin dengan alasan yang diambil Jokowi.

“Ya satu kali lagi pasti Pak Jokowi mempunyai pertimbangan-pertimbangan tersendiri mengapa contohnya gagasan kebijaksanaan reshuffle itu dikerjakan, kami tidak dapat menebak pada apa sebagai pertimbangannya Pak Jokowi,” katanya.

“Pasti satu kali lagi jika keinginan, yang penting apa yang dikerjakan Pak Jokowi saya anggap itu yang paling baik untuk kebutuhan negara dan bangsa,” sambungnya.

Berkaitan kompisisi kabinet serta reshuffle yang akan dikerjakan Jokowi, menurut Ace yang perlu dilihat ialah sasaran dari perolehan Jokowi 5 tahun ke depan.

“Yang perlu kita lihat sebetulnya ialah apa sebagai perolehan sasaran 5 tahun ke depan dari pemerintahan Pak Jokowi. Contohnya konsentrasi pada peningkatan sdm, karena itu pasti untuk sampai sasaran itu Pak Jokowi sudah memperhitungkan formasi yang pas dengan beberapa alasan,” katanya.

Dalam periode 2014-2019, Jokowi telah 4 kali mengubah kabinetnya. Dengan beruntun, reshuffle dikerjakan pada 12 Agustus 2015, 27 Juli 2016, 17 Januari 2018, serta 15 Agustus 2018. Ini belum terhitung pelantikan Ignasius Jonan jadi Menteri ESDM (14 Oktober 2016) serta pelantikan Agus Gumiwang Kartasasmita jadi Mensos gantikan Idrus Marham (24 Agustus 2018).

Baca juga : Militer AS Akui Rudal Antarbenua Korut Bisa Kenai Target di Wilayahnya

Pada 2019, rumor itu kembali mengemuka serta Istana sudah sempat memberi kode Jokowi akan lakukan reshuffle sesudah Lebaran. Lebih, beberapa menteri Jokowi sudah pernah bergesekan dengan masalah hukum.

Tentang wawasan ini, Istana memperjelas menteri dalam tempo dekat masih adalah kuasa penuh Jokowi. Begitupun tentang formasi Kabinet Jokowi.

“Jika penetapan menteri yang duduk di kabinet seutuhnya wewenang serta hak prerogatif Presiden. Terhitung masalah formasi di antara yang diusulkan partai simpatisan atau tidak, seutuhnya hak Presiden,” tutur Staf Spesial Presiden Johan Budi Sapto Pribowo waktu diminta konfirmasi detikcom, Jumat (12/7).

Sekarang, Jokowi akan memandang kepemimpinan di periode kedua-duanya. Dia akui telah mempunyai blueprint untuk kabinetnya serta selekasnya menginformasikan beberapa nama menterinya itu. Tetapi ia belum pastikan kapan pengumumannya.

“Secepat-cepatnya (dipublikasikan, red),” kata Jokowi sesudah hadiri acara di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Jumat (12/7).

Leave a Reply