Kepolisian Hong Kong Larang Unjuk Rasa Anti-triad

77dd36f9-fdaa-4a22-bed7-422d154072d9_169

Kepolisian Hong Kong Larang Unjuk Rasa Anti-triad

77dd36f9-fdaa-4a22-bed7-422d154072d9_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Kepolisian Hong Kong melarang tindakan protes yang diperkirakan oleh masyarakat untuk menantang geng triad yang disangka memukuli pengunjuk rasa antipemerintah kemarin. Larangan ini tidak dihiraukan oleh barisan pengunjuk rasa Hong Kong yang punya potensi menyebabkan benturan baru.

Seperti dikutip AFP, Jumat (26/7/2019), beberapa pelaksana demonstrasi bersumpah untuk masih mengadakan demonstrasi anti-triad walau dilarang polisi.

Baca juga : Anies dan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2017 Harus ‘Berhenti’ di 2022

Kemarahan publik mencapai puncak semenjak Minggu (21/7) lalu, waktu sekumpulan pria kenakan pakaian putih yang bersenjatakan tongkat memukuli pengunjuk rasa antipemerintah di stasiun MRT Yuen Long. Beberapa orang yang ada di kereta ikut juga terserang.

Minimal 45 orang beberapa luka dalam serangan sadis itu. Publik banyak menyangka sekumpulan striker itu berkaitan dengan geng kriminil ditempat atau triad.

Kritik serta hujatan menghujani Kepolisian Hong Kong yang dipandang begitu lambat dalam mengatasi masalah serangan itu. Bahkan juga ada dakwaan jika polisi menyengaja biarkan serangan pada pengunjuk rasa antipemerintah itu. Dakwaan ini sudah dibantah faksi kepolisian.

Barisan pengunjuk rasa antipemerintah serta beberapa aktivis prodemokrasi berencana tindakan protes paling baru pada Sabtu (27/7) esok di daerah tepian Yuen Long, sebagai tempat serangan sadis itu.

Tetapi dalam langkah yang termasuk langka, Kepolisian Hong Kong meluncurkan surat penampikan pada diadakannya demonstrasi itu. Dalam pengakuannya, polisi berargumen jika tindakan seperti itu punya potensi menyebabkan serangan balasan pada masyarakat desa di Yuen Long oleh beberapa pengunjuk rasa.

“Siapapun yang keluar turut tindakan march, mereka akan melanggar hukum,” tegas Pelaksana Pekerjaan (PLT) Komandan Kepolisian Regional, Tsang Ching-fo, pada wartawan ditempat.

Pelaksana demonstrasi bersumpah akan mengadakan tindakan, hingga punya potensi menyebabkan benturan paling baru di antara pengunjuk rasa serta polisi. “Saya dengan pribadi akan turut tindakan,” tegas aktivis Max Chung yang ajukan izin ke kepolisian.

Selain itu, sesudah laporan polisi masalah larangan tindakan, seseorang reporter AFP lihat belasan anak muda dalam suatu toko supply peralatan militer. Mereka terlihat beli baju pelindung serta waktu ditanyai oleh wartawan, mereka bersumpah akan turut tindakan.

“Kami akan pergi bagaimanapun,” tegas satu diantara anak muda yang malas disebutkan namanya itu.

Laporan South China Morning Post (SCMP) menyebutkan terakhirnya Kepolisian Hong Kong menampik keinginan izin untuk demonstrasi berlangsung tahun 2014 kemarin.

Leave a Reply