Jokowi-Prabowo Bertemu, Yusril Bicara Peluang Amnesti-Abolisi Tersangka Makar

16603aad-42f9-4708-bd45-185f1c881c0c_169

Jokowi-Prabowo Bertemu, Yusril Bicara Peluang Amnesti-Abolisi Tersangka Makar

16603aad-42f9-4708-bd45-185f1c881c0c_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Kuasa hukum Habil Marati, Yusril Ihza Mahendra, menghargai proses hukum pada client-nya di Polda Metro Jaya dalam masalah sangkaan gagasan pembunuhan empat petinggi nasional. Menurut Yusril, Habil Marati menyanggah dianya memberi uang pada Kivlan Zen untuk beli senjata.

Yusril menjelaskan versus yang dikatakan penyidik dengan versus dari client-nya pasti berlainan. Penyidik , kata Yusril, akan mengecek saksi serta terduga lain karena masalah sangkaan makar ini tidak dikerjakan sendirian.

“Jadi advokat sesaat ini saya ada ditengah-tengah. Saya ingin lihat masalah Habil ini dengan obyektif,” kata Yusril pada wartawan, Senin (15/7/2019).

“Yang sangat penting buat saya penegakan hukum berjalan dengan fair, adil dan jujur,” sambungnya.

Buat Yusril, dugaan pada Habil adalah kejahatan yang berkaitan politik serta keamanan negara pascapengumuman hasil Pemilihan presiden 2019 oleh KPU pada 21 Mei. Selain itu, sambung Yusril, tekanan politik sekarang ini telah mulai cair sesudah Presiden dipilih Joko Widodo (Jokowi) serta Ketua umum Gerindra Prabowo Subianto berjumpa.

“Seandainya kata masalah Habil, Kivlan Zein, Sunarko serta lainnya dipandang penyidik nyatanya cukup bukti untuk dilimpahkan, proses peradilan pasti berjalan terus. Apa pun ketetapan Penyidik Polri dalam menegakkan hukum harus kita hormati,” tutur Yusril.

Baca juga :Presiden Prancis Setuju Bentuk Komando Angkatan Luar Angkasa

Yusril menyerahkan seutuhnya masalah makar yang menangkap beberapa tokoh pada Jokowi. Menurut Yusril, Jokowi dapat ambil langkah amnesti serta abolisi pada mereka yang disangka makar.

“Bisa jadi, Presiden ambil langkah memberi amnesti serta abolisi pada mereka yang disangka terjebak makar ini,” katanya.

“Tetapi saya tidak ingin berandai-andai dalam soal ini, karenanya adalah wewenang Presiden yang tidak bisa dicampuri oleh siapa saja,” sambung Yusril.

Habil jadi terduga masalah sangkaan gagasan pembunuhan empat tokoh nasional serta sudah ditahan polisi. Habil disebutkan memberi uang sebesar SGD 15 ribu untuk uang operasional pada Kivlan Zen.

Uang itu disebut diserahkan kepada Kivlan Zen untuk beli senjata api ilegal. Kivlan lalu cari pelaksana eksekusi serta memberikan sasaran pembunuhan empat tokoh nasional, yakni Wiranto, Budi Gunawan, Luhut Binsar, serta Yunarto Wijaya bos instansi survey Charta Politika.

Leave a Reply