Bara Hasibuan Minta Jokowi Tolak Syarat Rekonsiliasi Pemulangan Habib Rizieq

a8c3af4c-b0b2-456c-ad66-de2ccf3b3799_169

Bara Hasibuan Minta Jokowi Tolak Syarat Rekonsiliasi Pemulangan Habib Rizieq

a8c3af4c-b0b2-456c-ad66-de2ccf3b3799_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan minta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menampik pemulangan Habib Rizieq Syihab jadi ketentuan rekonsiliasi. Ketentuan rekonsiliasi itu dinilai bisa menjadi preseden jelek buat pilpres selanjutnya.

“Tentang kriteria pemulangan Habib Rizieq jadi sisi dari rekonsiliasi, saya ingin mengatakan pada presiden untuk menampik kriteria itu, sebab ini dapat jadi preseden jelek buat pemilihan-pemilihan presiden selanjutnya,” tutur Bara di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Menurut Bara, inspirasi rekonsiliasi dengan pemulangan Habib Rizieq ialah dua hal yang berlainan. Bara memandang semestinya faksi yang kalah tidak ajukan ketentuan untuk rekonsiliasi.

“Jika itu dihubungkan dengan kriteria, yang dalam soal ini ialah pemulangan Habib Rizieq, itu adalah satu pengkhianatan atas inspirasi rekonsiliasi itu. Semestinya rekonsiliasi itu tidak ajukan persyaratan-persyaratan dari faksi yang memang kalah,” kata Bara.

“Jadi memang kunci dari rekonsiliasi itu supaya bisa sukses, supaya bisa terwujud, ialah sikap kebesaran hati yang diperlihatkan oleh faksi yang kalah. Dalam soal ini memanglah belum diperlihatkan dengan full oleh faksi Pak Prabowo,” lanjut ia.

Bara menjelaskan apa yang berlangsung pada Habib Rizieq ialah murni permasalahan hukum, karena itu harus diatasi dengan hukum serta tidak dapat dihubungkan dengan politik. Bila Jokowi menyetujui pemulangan Habib Rizieq, menurut Bara, hal tersebut akan memunculkan kesan-kesan masalah Habib Rizieq ialah sisi dari politik.

“Jika memang kelak selanjutnya memang kriteria ini dipenuhi dengan presiden, karena itu itu akan memunculkan kesan-kesan jika memang kasusnya Habib Rizieq ini ialah sisi dari permainan politik, serta itu benar-benar tidak sehat. Kita ingin jika memang benar-benar masalah, serta terdapat beberapa masalah yamg dihadapi oleh Habib Rizieq ini benar-benar pure sebab permasalahan hukum begitu,” tuturnya.

Selanjutnya, Bara memandang pemulangan Habib Rizieq yang diserahkan jadi ketentuan rekonsiliasi benar-benar tidak etis. Menurut dia, rekonsiliasi semestinya tidak mewajibkan apa-apa.

“Benar-benar tidak etis, serta itu ialah penyimpangan dari inspirasi dari rekonsiliasi tersebut. Jadi semestinya rekonsiliasi itu kan tidak ada kriteria apa-apa. Jadi seperti kita dengan simbolis faksi yang kalah memberi selamat dan mengatakan jika dia siap bekerja bersama untuk memberi dukungan kesuksesan pemerintahan baru tanpa kriteria apa-apa,” tegasnya.

Awalnya, bekas Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengkaitkan pulangnya Habib Rizieq dengan proses rekonsiliasi Jokowi serta Prabowo. Menurut Dahnil, pemulangan Habib Rizieq adalah satu diantara langkah untuk mengubur dendam politik di Pemilihan presiden 2019.

Selain itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pemulangan Habib Rizieq jadi satu diantara ketentuan rekonsiliasi Prabowo serta Jokowi. Tetapi, menurut dia, masih banyak hal-hal lain sebagai alasan dalam proses rekonsiliasi.

“Ya keseluruhnya, bukan itu saja, tetapi keseluruhnya. Bukan itu saja, tetapi keseluruhnya. Kemarin-kemarin kan banyak ditahan-tahanin beberapa ratus orang,” kata Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7).

Faksi Istana juga sudah mengatakan pemerintah tidak punyai permasalahan bila Habib Rizieq pulang ke Indonesia. Tenaga Pakar Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin bingung bila pemerintah yang perlu memulangkan Habib Rizieq.

Baca juga : Gubernur Kepri yang Kena OTT KPK Dibawa ke Jakarta

“Yang saat ini kita jadi beban itu mengapa harus harus presiden atau pemerintah atau Istana yang perlu ditugasi untuk memulangkan Habib Rizieq, dimana, apa nalar, konstruksi berpikir seperti apakah itu?” kata Ngabalin pada wartawan, Rabu (10/7).

Leave a Reply