Amnesty International Temui Kapolda Metro Jaya, Bahas Kerusuhan 22 Mei

c0f6eec2-1a85-43d9-a012-f1dba28640e1_169

Amnesty International Temui Kapolda Metro Jaya, Bahas Kerusuhan 22 Mei

c0f6eec2-1a85-43d9-a012-f1dba28640e1_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Amnesty International Indonesia menjumpai Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono di Tempat Polda Metro Jaya. Pertemuan itu untuk menindaklanjuti penemuan Amnesty International berkaitan sangkaan kekerasan dalam kejadian keonaran 22 Mei 2019.

“Maksudnya kami menindaklanjuti pertemuan awalnya dengan Kapolda untuk ini hari saya bawa team-team Amnesty yang memang turut dalam mengonfirmasi temuan-temuan Amnesty di kejadian kekerasan 21-23 Mei,” kata Direktur Amnesty International Indonesia Usmad Hamid pada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Usman datang di Polda Metro seputar jam 11.00 WIB. Dia kelihatan ditemani beberapa team dari Amnesty dan dia langsung naik ke lantai atas gedung Promoter Polda Metro Jaya.

Usman menyebutkan pertemuan dengan Kapolda ini hari jadi tindak lanjut pertemuannya dengan team supervisi Mabes Polri Senin (8/7) tempo hari. Ulasannya masih waktu yaitu sekitar penemuan keonaran 22 Mei.

“Jadi kita ingin ulas dikit penemuan awal amnesty international terkait sangkaan penyiksaan serta perlakuan jelek yang lain yang dikerjakan oleh anggota kepolisian pada beberapa masyarakat sipil,” kata Usman.

Pada pertemuan dengan team supervisi Manes Polri, team Amnesty International memberi dukungan pengusutan Polri pada aktor serangan Asrama Brimob dan perusakan property Polri.

“Beberapa tindakan kriminil seperti itu yang tentunya kami memberi dukungan Polri kerja profesional menginvestigasinya serta tentunya tidak bisa lupa jika ada anggota Polri yang lakukan pelanggaran hukum diolah lewat cara sama, prosfesional serta paling dipercaya,” papar Usman.

Baca juga : Mengapa Iran Sengaja Melanggar Kesepakatan Nuklir 2015?

Dalam kesempatan kali ini, Usman menyebutkan, teamnya ingin mengulas berkaitan masalah teror air keras pada penyidik KPK Novel Baswedan.

“Agendanya tentunya yang paling penting itu, selain itu bisa jadi mengenai Novel, mengenai jadwal penegakan hak asasi manusia pada umumnya yang memang di ini Amnesty memiliki kepentingan untuk mengemukakan ke barisan kepolisian mengenai 9 hak asasi manusia yang diputuskan oleh Amnesty untuk periode pemerintahan mendatang tujuannya 2019-2024,” papar Usman.

Leave a Reply