Embun Upas Semeru Sedap Dipandang Namun Bahaya Jika Dipegang

fe4932f4-8d14-4a1a-bc4d-98110d002d7a_169

Embun Upas Semeru Sedap Dipandang Namun Bahaya Jika Dipegang

fe4932f4-8d14-4a1a-bc4d-98110d002d7a_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Embun upas yang sering ada di Lokasi Wisata Gunung Semeru nyatanya cuma enak dilihat. Tetapi bahaya bila digenggam.

Embun upas yang tampil di Lokasi Wisata Bromo-Semeru jadi magnet lain yang menarik pelancong untuk hadir. Walau terlihat enak dilihat, kenyataannya embun upas tidak seramah yang dipikirkan.

Bahkan juga, embun upas atau frost tidak berefek pada kehancuran tanaman pertanian. Diluar itu, upas yang mengkristal sebab suhu berlebihan termasuk beresiko bila digenggam dengan tangan telanjang.

“Memang terdapatnya embun upas atau frost benar-benar bagus disaksikan. Timbulnya pagi hari di antara 05.00 sampai 06.30 WIB. Tapi bila digenggam akan menyebabkan sakit pada tangan,” kata Kepala Resort Ranupane Susion pada detikcom, Kamis (27/6/2019).

Susion mengemukakan, kristal embun upas termasuk tajam hingga dapat mengakibatkan telapak tangan perih saat menggenggamnya. Belum juga, timbulnya embun upas tetap diimbangi dengan suhu udara yang jauh dibawah batas normal.

“Tangan akan berasa perih, bila menggenggamnya. Suhu udara sendiri minus 3 derajat celsius,” tutur Susion.

Walau suhu berlebihan tengah menempa di Lokasi Ranupane sampai Kalimati, apresiasi pelancong banyak yang datang tidak tertahan.

“Semenjak ada 16 Juni lalu, banyak pelancong yang hadir. Apa cuma untuk lihat embun upas atau frost, atau memang akan lakukan pendakian ke Kalimati,” lebih Susion.

Menurut dia, embun upas mengakibatkan kerusakan pertanian masyarakat ditempat. Terutamanya tanaman kentang yang ditanam di ruang lembah.

Baca juga : Dahnil Anzar: Prabowo Tak Ada Rekam Jejak Khianati Rekan Koalisi

Banyak tanaman kentang yang disebut komoditas penting masyarakat rusak serta mati. “Tanaman kentang masyarakat banyak yang mati, sebab embun upas itu. Umur tanaman masih 2 bulan atau s/d 70 hari,” lanjut Susion.

Masyarakat yang mempunyai bibit cadangan, umumnya langsung ganti tanaman kentang yang rusak itu. Menurut dia, terkadang masyarakat ganti dengan bibit kol atau kubis.

Resort Ranupane tetap ramai oleh pelancong sehari-harinya. Untuk pendakian ke Gunung Semeru, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger (BB TNBTS) sebagai pengelola cuma memberi paket sekitar 600 orang.

“Yang cuma ingin berekreasi serta lihat frost, jumlahnya hampir seratus orang untuk sore tempo hari. Mereka bergabung di seputar resort,” pungkas Susion.

Leave a Reply