8 Ribu Personel TNI-Polri Jaga Gedung KPU Saat Pengumuman Sengketa Pilpres

592614f5-f442-4848-8e43-40afca24a46c_169

8 Ribu Personel TNI-Polri Jaga Gedung KPU Saat Pengumuman Sengketa Pilpres

592614f5-f442-4848-8e43-40afca24a46c_169

for-salecheapest-pricelasix.org – Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Purnomo serta Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono ini hari bekerjasama dengan faksi Komisi Penentuan Umum (KPU) mendekati keputusan perselisihan Pemilihan presiden 2019 pada Kamis 27 Juni 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Seputar 8.000 personil Polri-TNI akan lakukan penjagaan di kantor KPU.

“Ini kan ada serangkaian pekerjaan. Kelak sesudah ada keputusan di MK, itu akan berubah ke KPU, kita bekerjasama bagaimana kita nelakukan penyelamatan di KPU,” kata Irjen Gatot di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019). Ia bicara dibarengi Mayjen Eko.

“Jika personil yang kita buat persiapan itu sekitar kurang lebih 8.000 orang. Itu di KPU,” sambungnya.

Diluar itu, penyelamatan optimal tetap dikerjakan di gedung MK serta sekelilingnya. Lalu di gedung Bawaslu, Kompleks DPR/MPR serta object penting yang lain yang mempunyai kekuatan kerawanan. Semuanya akan dijaga erat oleh personil TNI-Polri.

“Kelak Polri bersama TNI kita sediakan beberapa langkah pengamanannya. Kita menanti dari KPU, kapan tanggalnya, tetapi kan kita menyiapkan gagasan penyelamatan itu,” katanya.

Kapolda Metro menyarankan supaya warga tidak lakukan tindakan apa pun yang mengganggu keteraturan umum saat pengumuman perselisihan Pemilihan presiden 2019 oleh MK. Lebih baik warga melihat pengumuman hasil sidang MK melalui tv.

Baca juga : Mobil Mewah Maserati di KTT APEC Papua Nugini Belum Juga Terjual

Pengamatan detikcom ini hari jam 11.30 WIB kondisi di kantor KPU terpantau aman. Beberapa personil TNI serta Brimob berjaga. Di gerbang masuk KPU terpasang metal detector. Di muka ruang gedung ini dipasang kawat berduri.

 

Leave a Reply