Sopir Taksi yang Bunuh Diri karena Utang Online Tinggalkan 3 Anak

Sopir Taksi yang Bunuh Diri karena Utang Online Tinggalkan 3 Anak

Sopir Taksi yang Bunuh Diri karena Utang Online Tinggalkan 3 Anak

Sopir Taksi yang Bunuh Diri karena Utang Online Tinggalkan 3 Anak

for-salecheapest-pricelasix.org, Seseorang sopir taksi bernama Zulfadhli diketemukan gantung diri dengan sepucuk surat berisi narasi jeratan utang online. Zulfadhli didapati tinggalkan seseorang istri serta 3 anak lelaki yang masih tetap balita.

Anak paling tua Zulfadhli sekarang masih tetap berumur lima tahun, baru saja bersekolah di TK. Sesaat dua kembali, anak kembar, baru berumur seputar dua tahun.

Waktu kumparan berkunjung ke rumah kontrakan Zulfadhli di Desa Waru, Parung Bogor, Selasa (12/2) siang, anak tertuanya terlihat duduk terdiam di muka rumah. Sedang si kembar tidur ditunggui kakak ipar Zulfadhli.

Sambil menyeka air mata, istri Zulfadhli yang ingin di panggil Mis menjelaskan sekarang ini yang penting baginya ialah anak. Daripada, katanya, pikirkan permasalahan suaminya.

“Anak-anak tambah lebih terpenting dari itu. Makan juga agar mereka dahulu, baru saya,” kata Mis.

Mis tidak paham pemicu suaminya gantung diri. Dia pun tidak sempat tahu terdapatnya utang online yang disangka menangkap suaminya.

Bacalah juga : Panggung Pengantin di Atas Kali di Cengkareng Ambruk, Mempelai Selamat

“Saya tidak sempat tahu masalah itu (utang online). Pekerjaan saya saat ini membesarkan anak-anak,” tutur Mis didapati di dalam rumah kontrakan yang disewa Rp 6 juta per tahun.

Selesai kepergian Zulfadhli, Mis yang keseharian berjualan camilan mengakui belum geser dari rumah kontrakan itu. Walau dianya dibawa oleh kerabatnya untuk geser ke Tanjung Priok.

Hal itu dikerjakan menimbang anak sulungnya yang telah bersekolah di TK. Diluar itu, di dalam rumah itu pun dia mendapatkan pendapatan dari berjualan camilan.

Zulfadhli disangka nekat akhiri hidupnya di kamar indekos punya rekanan kerjanya karena terlilit utang online pada Senin (11/2). Hal tersebut tercatat pada sepucuk surat yang diketemukan tidak jauh dari jasadnya.

Dalam surat itu, tidak hanya tuliskan permasalahan jeratan utang online, Zulfadhli pun tinggalkan pesan untuk anak-anaknya.

“Anak-anak jangan sampai sempat kalian jadi orang yang menyukai berbohong. Bapak sudah membuat kalian sulit. Nantinya menjadilah beberapa orang yang jujur,” catat Zulfadhli dalam suratnya.

Leave a Reply