Pilu! Bocah 9 Tahun Ini Terpaksa Antar Sang Ibu yang Mengidap Ginjal Stadium Akhir Sendirian ke RS

Pilu! Bocah 9 Tahun Ini Terpaksa Antar Sang Ibu yang Mengidap Ginjal Stadium Akhir Sendirian ke RS

Pilu! Bocah 9 Tahun Ini Terpaksa Antar Sang Ibu yang Mengidap Ginjal Stadium Akhir Sendirian ke RS

Pilu! Bocah 9 Tahun Ini Terpaksa Antar Sang Ibu yang Mengidap Ginjal Stadium Akhir Sendirian ke RS

for-salecheapest-pricelasix.org, Cerita bocah 9 tahun di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, jadi viral.

Laganya mengantarkan ibunya yang sakit ginjal fase akhir ke rumah sakit seseorang diri mengundang simpati beberapa orang.

Berkaitan cerita mengharukan bocah yang tidak diketahi namanya itu, account Instagram @makassar_iinfo mengupload lima photo.

Dalam photo itu tampak bagaimana si bocah memijiti kaki ibunya. Kami kutipkan dengan utuh status account yang sering memajang foto-foto viral itu (tentu saja dengan dikit perbaian).

“Kisah seseorang anak yatim. Tidak teringat anak 9 tahun, bisa naik motor, membonceng ibunya yang menderita penyakit ginjal fase akhir ke RS.

“Dia juga mengatur administasi RS, menebus obat ke apotek tiada pendampingan orang dewasa.
“Mandiri, kuat, kuat, bertanggungjawab, penyanyang…
“Semoga lelahmu menjaga ibu seseorang diri jadi amal jarirahmu.”

Bacalah juga : Viral: Misteri Banner Gorengan di Tangsel yang Bikin Penasaran Akhirnya Terpecahkan

Sampai artikel ini keluar, posting itu telah memperoleh lebih dari 31 ribu like.

View this post on Instagram

Kisah… Seorang anak Yatim… tidak terbayang anak 9 tahun sudah bisa naik motor bonceng ibu yang mengidap penyakit ginjal stadium akhir ke RS, iapun mengurus Administrasi RS, Tebus obat ke apotik tanpa pendampingan orang dewasa..mandiri, kuat, tangguh, bertanggung jawab, penyayang… . semoga lelahmu merawat ibu seorang diri jadi amal jariyahmu. . Lokasi : RSUD Tanjung Lombok Utara (4 Februari 2019) . . . . . . . . . Foto : Samuel Rizal ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Punya info ??? Jangan lupa kirim dan tag kami yaaa 😊 . . #jakarta #jakartainfo #bandung #bekasi #bogor #depok #bandung #malang #jogja #samarinda #aceh #medan #manado #palu #kendari #maluku #papua #bali #palembang #ntt #ntb #gorontalo #ambon #makassar #makassarinfo #visitsulsel #exploresulsel

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Nah di photo paling akhir dari lima photo itu, ada tangkapan monitor status seorang yang mengakui menjadi Sunisa Fujiyanti. Diakuinya kenal bocah pemberani itu.

“Saya tahu anak serta ibu ini, dahulu waktu waktu responsif musibah (gempa Lombok) seringkali diatasi serta dirawat team relawan medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) ndi RS Lapangan,” katanya.

Ia pun mengakui sempat berjumpa dengan bocah itu.

Saat itu nenek si bocah yang sakit jantung wafat, sesaat Sunisa mengantarkan team BSMI untuk mengecek kesehatan ibunya.

Dari pengakuannya kita pun pada akhirnya memahami jika ibu si bocah memang seharusnya bersihkan darah setiap dua minggu sekali ke RSUD Tanjung.

“Anak ini pintar serta berani,” sambungnya.

Menurut dia, bocah ini bercita-cita jadi dokter supaya bisa menyembuhkan orang yang sakit seperti ibu serta neneknya di hari esok.

“Semoga ada donatur atau orang-tua asuh atau beasiswa yang akan menolong si adik wujudkan cita-citanya,” tutupnya.

Tidak hanya mendapatkan banyak komentar positif, posting itu pun menarik kembali ingatan waktu kecil beberapa pemakai sosial media. Diantaranya ialah pemilik account @lisainjung8.

Dalam kotak kometar ia mencerminkan apakah yang sempat berlangsung kepadanya pada saat kecil dahulu.

“Saya dari kecil,” tulisnya, “urus masalah sekolah, universitas, serta beasiswa sendiri sebab yatim dari kecl.” Ia memang masih tetap miliki ibu, tetapi ibunya buta huruf.

“Alhamdulillah status ini lebih memperkuat diri saya serta lebih sayang ibu sebab ia berusaha sendirian menghidupi kami,” tutupnya.

Leave a Reply