Turis Tunggangi & Injak Kepala Penyu Langka, Fotonya Viral

Turis Tunggangi & Injak Kepala Penyu Langka, Fotonya Viral

Turis Tunggangi & Injak Kepala Penyu Langka, Fotonya Viral

Turis Tunggangi & Injak Kepala Penyu Langka, Fotonya Viral

for-salecheapest-pricelasix.org, Sebagai makluk yang sangat prima serta diperlengkapi dengan akal budi, seharusnya manusia bertindak yang benar dan baik. Ya, salah satunya aksi sangat simpel yang dapat dikerjakan ialah sama-sama mengasihi antar sama-sama makluk hidup dalam dunia.

Langkah mengasihi makhluk hidup dapat diawali dengan mengawasi, tidak menyakiti ataupun membunuhnya. Pasalnya tidak semua hewan dapat dibunuh untuk dikonsumsi. Cuma beberapa makhluk yang masuk ke kelompok hewan ternak-lah yang bisa dikonsumsi oleh manusia.

Begitu miris memang, lihat keserakahan serta aksi jahat beberapa manusia yang membuat beberapa hewan tersiksa karena keegoisan serta kesenangan pribadi. Baru saja ini, tersebar satu photo yang menunjukkan aksi manusia yang mengekploitasi hewan.

Bacalah juga : Unik, Wanita Ini Jadi Satu-satunya Penumpang di Pesawat Komersial

Salah satunya hewan yang mendapatkan perlakuan jelek dari manusia ialah seekor penyu. Photo itu pada akhirnya diupload ke account sosial media Facebook serta WhatsApp. Sesudah menebar luas, banyak dari netizen yang mengutuk tindakan yang dikerjakan orang itu.

Dalam satu photo tampak, ada seekor penyu liar yang ditempatkan diatas satu kapal yang mengangkat beberapa turis untuk berwisata air. Nahasnya, cangkang penyu itu tampak diinjak oleh seseorang pria serta ada bocah wanita kecil yang turut duduk dibagian punggungnya.

Walau ada sebagian orang yang duduk di tepi kapal, akan tetapi tidak ada satu orang juga yang perduli pada tindakkan itu. tentu saja ini ialah salah satunya penyalahgunaan serta pertimbangan keseluruhan pada satwa liar.

Menteri Pariwisata, Kebudayaan serta Lingkungan Sabah, Datuk Christina Liew menjelaskan jika aksi seperti yang berada di dalam photo itu ialah satu pelanggaran.

“Penyu ialah spesies yang dilindungi seutuhnya di Sabah. Beberapa orang ini menyalahgunakan penyu dengan duduk di atasnya serta mencapai kepalanya,” papar Datuk, seperti dikutip dari Asia One, Senin (7/1/2019).

Dia juga terasa perihal ini tidak dapat didiamkan. Datuk Christina minta Direktur Departemen Satwa Liar, Augustine Tuuga untuk menyelidik permasalahan ini selanjutnya. Dia menjelaskan tidak perduli pelakunya ialah turis atau masyarakat ditempat, akan tetapi jelas perilaku ini tidak menghormati satwa liar.

“Semua orang mesti menghargai hukum serta kami akan membuat perlindungan spesies satwa liar ini,” sambungnya.

Leave a Reply