Ahok: Jika Saya Masih Dibutuhkan, Jadikan Saya Dirjen Bea-Cukai Buat Berantas Mafia-mafia di Pelabuhan

Ahok: Jika Saya Masih Dibutuhkan, Jadikan Saya Dirjen Bea-Cukai Buat Berantas Mafia-mafia di Pelabuhan

Ahok: Jika Saya Masih Dibutuhkan, Jadikan Saya Dirjen Bea-Cukai Buat Berantas Mafia-mafia di Pelabuhan

Ahok: Jika Saya Masih Dibutuhkan, Jadikan Saya Dirjen Bea-Cukai Buat Berantas Mafia-mafia di Pelabuhan

for-salecheapest-pricelasix.org, Bebas dari penjara nyatanya tidak membuat Ahok diam diri demikian saja, bekas Gubernur DKI Jakarta itu beritanya ingin kembali mengabdi pada negara bila memang diperlukan.

Buat jadi saya Dirjen Bea-Cukai buat berantas mafia-mafia di pelabuhan

Dikutip detik.com, pengakuan ini pasti bukan isapan jempol belaka, menurut sahabatnya, Djarot Saiful Hidayat, kemauan Ahok kembali melenggang di panggung politik tanah air itu benar, serta menurut dia Ahok bersedia bila diletakkan menjadi Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.

“Ia katakan gini, ‘Kalaupun semisal saya masih tetap diperlukan oleh negara serta itu berguna, kasih saja menjadi Dirjen Bea-Cukai untuk memberantas mafia-mafia di pelabuhan serta itu dapat menggerakkan secepat mungkin. Tidak perlu muluk-muluk, walau dengan finansial saya rugi karena saya jadi orang bebas, lebih enak.’ Semakin banyak uang itu. Ia akan BTP Show, ‘Dapat uang benar tidak?’ Ia katakan demikian,” kata Djarot pada detikcom.

Bacalah juga : Franda Diprotes Warganet Karena Makan Mi Pedas Saat Menyusui, Benarkah Makanan Pedas Berbahaya Bagi Bayi

Bila kemauan Ahok ini benar terdapatnya, lantas berapa besar sich kesempatan Ahok dapat menempati kursi strategis itu? Tersebut rinciannya!

1 – Disaksikan dari ketentuan yang laku

Pertama disaksikan dari ketentuan yang laku, menurut Direktur Eksekutif dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, kesempatan Ahok menempati tempat itu tidak jadi masalah asal telah ada pelelangan jabatan melalui Ketetapan Presiden (Keppres).

Dilihat dari aturan yang berlaku

“Dapat jika di UU No. 5 Tahun 2014 mengenai Perangkat Sipil Negara. Seandainya sebelum itu ada Keppres untuk open bidding, jadi jabatannya di lelang terbuka,” papar Yustinus waktu dihubungi detikFinance, Kamis (24/1/2019).

Bila kedepan ada Keppres jika jabatan Eselon I dibuka, jadi tentu ada panitia seleksi yang buka lowongan untuk tempat itu.

“Jadi kelak presiden dahulu keluarin Keppres, jika jabatan itu dibuka untuk lelang. Berarti gini, jika jabatan itu dilelang terbuka kelak ada dibuat panitia seleksi. Nah kelak mereka membuka lowongan lantas orang luar dapat bebas mendaftarkan,” kata Yustinus.

Jika disaksikan dari ketentuan yang ada, (Undang-undang UU No. 5 Tahun 2014) masalah Perangkat Sipil Negara (ASN), penerimaan orang di luar Kementrian Keuangan untuk menjabat tempat Eselon I memang benar ada, hal tersebut telah tertuang dalam Masalah 109 ayat 1 yang berbunyi;

Jabatan pimpinan tinggi penting serta madya spesifik bisa datang dari kelompok non-PNS dengan kesepakatan Presiden yang pengisiannya dikerjakan dengan terbuka serta bersaing dan diputuskan dalam Ketetapan Presiden.

Jadi, kesempatan Ahok untuk berkiprah di panggung politik besar sekali, bahkan juga mustahil bila Ahok nanti dapat juga menempati jabatan strategis yang lain, contoh Ketua KPK.

2 – Ini pekerjaan Ahok bila di terima

Nah bila Ahok di terima serta tempati Dirjen Bea Cukai, dianya pasti tidak dapat berleha-leha begitu saja, sekurang-kurangnya Ahok akan mempunyai pekerjaan inti, salah satunya, seperti berikut:

Mengamankan penerimaan negara dari cukai serta ekspor-impor, lakukan pengawasan di perbatasan negara, serta memfasilitasi perdagangan luar negeri.

Jika lihat pengalamannya saat menempati kepala daerah, kelihatannya tidak susah buat Ahok untuk menyesuaikan dilingkungan barunya ini.

3 – Respon Sri Mulyani

Tanggapan Sri Mulyani

Lantas bagaimana respon Menteri Keuangan, Sri Mulyani dengar berita Ahok membidik eselon I, beliau hanya tersenyum serta menyikapi sederhana, “Oh begitu ya,”

Perkataan singkat itu keluar dari beliau selesai berjumpa Wakil presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wakil presiden, Jakarta Pusat, Kamis.

Tidak ada beberapa kata lainnya kembali yang disampaikan oleh Bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia itu waktu di konfirmasi oleh wartawan, beliau lalu berjalan mengarah mobil dinas dengan pelat nomer RI 26.

Leave a Reply