BPJSTK: Gaji Pilot Lion Air Korban Pesawat Jatuh Rp 3,7 Juta, co-Pilot Rp 20 Juta

BPJSTK: Gaji Pilot Lion Air Korban Pesawat Jatuh Rp 3,7 Juta, co-Pilot Rp 20 Juta

BPJSTK: Gaji Pilot Lion Air Korban Pesawat Jatuh Rp 3,7 Juta, co-Pilot Rp 20 Juta

BPJSTK: Gaji Pilot Lion Air Korban Pesawat Jatuh Rp 3,7 Juta, co-Pilot Rp 20 Juta

for-salecheapest-pricelasix.org, Jakarta Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Agus Susanto mengutarakan besaran dana santunan kematian yang didapatkan pegawai Lion Air, sebagai korban jatuhnya pesawat itu di Perairan Karawang, pada Senin (29/10/2018).

Sesuai dengan ketentuan, perhitungan besaran dana kematian karena kecelakaan ini ialah 48 dikalikan upah inti paling akhir.

Berdasar pada laporan Lion Air pada BPJS Ketenagakerjaan, upah pilotnya sebesar Rp 3,7 juta, sesaat co-pilot Rp 20 juta.

“Sebesar Rp 3,7 juta, pilot. Co-pilotnya Rp 20 juta,” papar Agus di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Jika merujuk pada ketentuan jadi pilot Lion Air akan memperoleh dana santunan kematian seputar Rp 177 juta, sesaat co-pilot seputar Rp 960 juta.

Santunan kematian akan dikasihkan pada pramugari yang turut jadi korban. Dari laporan Lion Air pada BPJS Ketenagakerjaan, upah pramugarinya beragam sebesar Rp 3,6 juta s/d Rp 3,9 juta.

Agus mengaku bila ada pertanyaan mengenai ketidaksamaan mendalam besaran upah pegawai Lion Air itu yang lalu berimbas pada santunan kematian.

Bacalah juga : Cewek ini menyamar jadi cowok di foto pernikahan, alasannya bikin haru

Akan tetapi pihaknya mengakui mendasarkan klaim santunan berdasar pada laporan upah dari perusahaan.

“Tentu saja kita menanyakan, mengapa sich waktu upahnya begitu. Demikian basic untuk memberi faedah (dana) itu berdasar pada gaji yang dilaporkan itu,” jelas ia.

“Jadi jika upahnya Rp 30 juta cuma dilaporkan Rp 3 juta, berarti si karyawan ini dirugikan. Semestinya terima 48 dikali Rp 30 juta. Nyatanya cuma terima 48 dikali Rp 3 juta,” lanjut Agus.

Ia tidak menolak bila sampai kini ada beberapa perusahaan yang lakukan praktek sama. Yaitu turunkan besaran upah untuk membayar premi BPJS Ketenagakerjaan tidak terlalu besar. Ini sebab perusahaan memandang pembayaran premi menjadi beban keuangan.

Berdasar pada ketentuan, perusahaan mesti keluarkan sebesar 5,7 % dari gaji pekerjanya itu per bulan pada BPJS Ketenagakerjaan.

“Yang membayar premi perusahaan. Jadi kan perusahaan bayar preminya setiap bulan. Jika laporannya gede, kan yang dibayarkan ke BPJS ikut besar. Tetapi sebetulnya itu hak karyawan. Contohnya upahnya Rp 100 juta, selalu yang dilaporkan cuma Rp 3 juta. Tetapi kehilangan 5,7 % dikali Rp 97 juta tiap-tiap bulan itu hilang,” Agus menandaskan.

Nilai Santunan untuk Pakar Waris Korban Pesawat Lion Air Jatuh

Sekitar 189 orang jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Cengkareng-Pangkal Pinang pada Senin, 29 Oktober 2018. Penumpang itu terbagi dalam 124 lelaki, 54 wanita, satu anak-anak serta 2 bayi.

Berkaitan beberapa korban, pemerintah pastikan akan memberi santunan pada pakar waris. Santunan yang dikasihkan merujuk pada Ketentuan Menteri (PM) Perhubungan Nomer 77 Tahun 2011.

“Untuk masalah JT-610 ini, ini penerbangan domestik, jadi merujuk PM 77 Tahun 2011,” kata Direktur Angkutan Hawa Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni pada Liputan6.com, Rabu (31/10/2018).

Dalam PM 77 Tahun 2011 mengatakan bila nilai santunan buat korban wafat untuk transportasi pesawat hawa sebesar Rp 1,25 miliar.

Ini tidak cuma laku buat masyarakat negara Indonesia (WNI) tapi ikut masyarakat negara asing (WNA) yang didapati dua orang turut jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

Sebetulnya, disebutkan Indonesia telah meratifikasi ketentuan penerbangan sesuai dengan Konvensi Montreal 1999 pada 2017. Dalam ketentuan ini, korban wafat mendapatkan nilai santunan lebih dari Rp 2 miliar.

Akan tetapi besaran santunan Rp 2 miliar cuma laku untuk penerbangan rute luar negeri, bukan domestik. Hingga santunan buat beberapa korban jatuhnya Lion Air JT-610 merujuk pada PM 77 Tahun 2011.

Maria memberikan, pembayaran santunan ini akan dikerjakan bila semua data komplet serta proses penelusuran korban dinyatakan selesai.

“Saat semua dokumen telah komplet. Terbagi dalam surat kematian serta surat info pakar waris. Sesudah ada dokumen-dokumen itu asuransi akan proses pembayaran,” imbuhnya.

Bukan sekedar itu, santunan pada beberapa korban akan dikasihkan oleh PT Layanan Raharja (Persero) yang mendapatkan mandat jamin tiap-tiap perjalanan moda transportasi umum.

Jika berdasar pada UU No 33 serta PMK No. 15 tahun 2017, buat korban wafat, Layanan Raharja siap menyerahkan hak santunan sebesar Rp 50 juta.

Kepala Humas Layanan Raharja, M. Iqbal Hasanuddin menjelaskan, sekarang ini pihaknya jadikan rincian manifest menjadi data awal untuk menelusuri beberapa pakar waris penumpang. Pihaknya ikut sudah membuat team untuk mencari rincian pakar waris semua korban.

Akan tetapi, sekarang ini belumlah dapat dikerjakan proses pembayaran sebab proses penelusuran korban belumlah selesai. “Kelak jika telah ada pengakuan itu, kita langsung bisa bayarkan dalam 1×24 jam,” tutup ia. (Yas)

Leave a Reply