Unik, Pulau Kecil di Filipina Dihuni 100 Pasang Saudara Kembar

Unik, Pulau Kecil di Filipina Dihuni 100 Pasang Saudara Kembar

Unik, Pulau Kecil di Filipina Dihuni 100 Pasang Saudara Kembar

Unik, Pulau Kecil di Filipina Dihuni 100 Pasang Saudara Kembar

for-salecheapest-pricelasix.org, SEBUAH pulau kecil di Filipina, Pulau Alabat ditempati oleh penduduk yang tidak biasa. Karena, pulau ini ditempati oleh 100 pasang saudara kembar.

Dari 100 pasang itu, sekitar 78 pasang kembar non-identik. Sesaat 22 pasang kembar sama, termasuk juga sepasang kembar siam. Kejadian tidak biasa ini juga membuat dokter serta ilmuwan bingung memahaminya.

Akan tetapi menurut legenda lokal, peristiwa kembar yang tidak biasa ini sudah diawali dari generasi terdahulu. Dalam kesehariannya, beberapa pasangan saudara kembar ini menggunakan baju yang sama, bahkan juga sampai saat mereka masuk umur dewasa. Hal seperti ini membuat pengunjung di luar pulau kesusahan memperbedakan mereka.

Di pulau ini, pasangan kembar termuda ialah Gian serta John yang berumur empat tahun. Sedang pasangan kembar paling tua ialah Eudosia Meras serta Antonina Meras yang berumur 86 tahun.

Eudosia serta Antonina saling menjanda. Ini mereka kerjakan dengan argumen memberikan support keduanya. Antonina yang menikah di umur 19 tahun bercerita jika sang suami keral salah mengetahui dianya.

Bacalah juga : Hendak Pelet Mantan, Siswi SMA di Jambi Dicabuli Dukun yang Dimintainya Tolong, Begini Kronologinya

“Pada hari-hari awal, suami saya seringkali salah menduga Eudosia itu diri saya. Ada banyak insiden bikin malu saat suami saya senang pada saudari saya sebab berfikir dia ialah saya,” tutur Antonina diambil dari Mirror, Rabu (19/9/2018).

Untungnya, Antonina mempunyai sinyal yang tidak dipunyai Eudosia. Ia mempunyai tahi lalat di hidung, sesaat Eudosia tidak. Akan tetapi Eudosia mempunyai tahi lalatnya di bibir bawah. Eudosia sekarang mempunyai empat cucu yang semua ialah saudara kembar.

Hanya satu pasangan kembar siam di pulau ini ialah Joy serta Joyce Magsino yang berumur 10 tahun. Mereka lahir dengan craniopagis parsial frontal serta dokter menyebutkan mereka bisa bertahan hidup dengan berpisah.

Akan tetapi sesudah melakukan pelajari peluang pembelahan dengan prosedur CT-Scan serta MRI pada November 2017 serta akhirnya diantar ke New York, beberapa pakar bedah akan memutus tidak untuk mengoperasi mereka. Alasannya resiko semakin besar dibanding faedahnya.

Tidak ada data yang tunjukkan semenjak kapan kejadian kembar ini berada di Pulau Alabat. Akan tetapi berdasar pada laporan negara pada 2015, terdaftar kelahiran 12 pasang saudara kembar dalam setahun.

Beberapa dokter serta ilmuwan yang kesusahan mengerti kejadian ini sekarang repot pelajari keajaiban medis yang dipercaya akan berguna buat pasangan yang tidak mempunyai anak. Mereka tidak pedulikan aspek genetik atas jumlahnya generasi kembar di pulau ini. Mereka yakin jika lingkungan lah yang membuat kejadian ini. Ada juga yang merekomendasikan untuk mempelajari air minum di pulau itu.

Tidak hanya Filipina, desa di India diketahui mempunyai jumlahnya saudara kembar paling banyak. Desa Kodinhi di Kerala memberikan laporan terdapatnya 300-350 kembar yang tinggal di dalamnya.

Leave a Reply