Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Hanya Bisa Makan Satu Biskuit Sehari

Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Hanya Bisa Makan Satu Biskuit Sehari

Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Hanya Bisa Makan Satu Biskuit Sehari

Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Hanya Bisa Makan Satu Biskuit Sehari

for-salecheapest-pricelasix.org, Jakarta – Seseorang gadis asal Stevensville, Maryland, Amerika Serikat, alami penyakit langka sampai membuatnya tidak dapat mengkomsumsi beberapa makanan seperti yang dikerjakan beberapa orang. Dia bahkan juga cuma dapat makan satu biskuit saja dalam sehari.

Gadis bernama Rose Kelble itu alami Ehler Danlos Syndrome (EDS) serta Mast Cell Activation Syndrome. EDS adalah penyakit keturunan yang mengakibatkan masalah pada kemampuan serta kelenturan organ badan. Sedang Mast Cell Activation Syndrome adalah tanda-tanda imunologis dimana sel mastosa keluarkan mediator kimia terlalu berlebih. Mengakibatkan, muncul beberapa tanda-tanda akut diantaranya anafilaksis atau alergi.

Diluar itu, Kelble juga alami gastroparesis yaitu otot lambung yang melemah. Ia juga menderita median arcuate ligament syndrome yang mengakibatkan keadaan ngilu perut. Beberapa keadaan ini mengkibatkan terganggunya skema pencernaan Rose Kelble.

Akhirnya tubuhnya menampik semua type minuman dan makanan. Ia cuma dapat makan biskuit, karenanya hanya satu makanan yang di terima tubuhnya. Untuk memenuhi keperluan nutrisinya, Rose Kelble dikasih konsumsi makanan lewat tabung yang tersambung di tubuhnya.

Bacalah juga : Jadi ‘Begal Pantat’ dan Kerap Maling Celana Dalam, Tukang Parkir Pasar Manukan Surabaya Diciduk

Rose Kelble telah menanggung derita penyakit itu semenjak lahir. Akan tetapi pada tahun 2016 ada virus yang membuat kondisinya makin lebih buruk. Walau demikian, ia masih lakukan terapi serta penyembuhan untuk bertahan hidup. Ia mesti meneguk delapan pil 2x satu hari ditambah empat pil di dalam hari.

Masih Normal Beraktivitas

Tidak hanya tidak dapat makan, dia juga memerlukan pertolongan orang yang lain untuk beralih tempat, mandi serta melakukan aktivitas yang lain. Ia harus juga berjuang menantang dislokasi sendi, memar, lemas, mual serta depresi sehari-hari. Akan tetapi ia masih memberikan keyakinan diri untuk optimistis serta bertahan.

Walau keadaan itu menyulitkannya, tetapi dia masih berupaya untuk menjalankan kegiatan seperti orang normal. Dia bahkan juga dapat bermain game, sampai melancong. Walau demikian, dia masih butuh didampingi beberapa orang terdekatnya dalam melakukan beberapa kegiatan.

Leave a Reply