Dulu Jalan Kaki dari Yalimo ke Jayapura Butuh Waktu Sebulan, Kini Cukup Sehari

Dulu Jalan Kaki dari Yalimo ke Jayapura Butuh Waktu Sebulan, Kini Cukup Sehari

Dulu Jalan Kaki dari Yalimo ke Jayapura Butuh Waktu Sebulan, Kini Cukup Sehari

Dulu Jalan Kaki dari Yalimo ke Jayapura Butuh Waktu Sebulan, Kini Cukup Sehari

for-salecheapest-pricelasix.org, Jayapura – “Ini jalan Jokowi. Jokowi kasih uang, trus jalan ini ada,” demikian kata Anis Wayag (30) yang lebih suka menyebutkan jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura serta Wamena dengan Jalan Jokowi.

Meskipun Anis tidak pernah berjumpa langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bukan tiada argumen Anis yang datang dari Kampung Walarek, Kabupaten Yalimo, bercerita mengenai keadaan jalan di daerahnya.

Dulunya, sebelum jalan ini ada, untuk menghubungkan jalan dari kampungnya ke Elelim, ibu kota Yalimo memerlukan waktu sampai sebulan lamanya berjalan kaki tembus lebatnya rimba.

“Tetapi sesudah jalan trans ini tersambung cuma diperlukan waktu sehari satu malam dengan berjalan kaki. Keadaan jalan telah bagus serta tersambung. Terima kasih Pak Jokowi,” kata Anis.

Jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura – Wamena terbentang selama 575 km.. Jalan ini membelah gunung, menyisiri bukit sampai melalui sungai-sungai lebar. Meskipun masih juga dalam step pembuatan, ketertarikan masyarakat serta sopir pembawa sembako serta keperluan pokok tidak dapat lagi tertahan untuk melalui jalan ini.

Bacalah juga : Video Detik-detik Pengantar Pizza Dihantam Topan Jebi Jepang, Badai Terdahsyat dalam 25 Tahun

Ini jadi cerminan jika apresiasi penduduk untuk mencapai lokasi satu dengan lokasi lainnya di Papua lewat jalan darat tinggi sekali, terpenting dari lokasi pesisir ke pegunungan seperti jalan dari Jayapura-Wamena.

Hebatnya lagi jalan Trans Papua Wamena – Jayapura menghubungkan delapan kabupaten di pegunungan tengah Papua yaitu Kabupaten Jayawijaya, Yalimo, Tolikara, Puncak Jaya, Ilaga, sampai tembus ke Sinak, Lanny Jaya, Kobakma, Nduga serta Mbua.

“Semangat masyarakat memang mengagumkan untuk kirim sembako ke Wamena atau demikian sebaliknya melalui jalan darat. Tetapi, bila ini selalu dikerjakan akan mengganggu pembuatan jalan. Jalan Wamena-Jayapura belumlah wajar dipakai,” kata Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Lokasi XVIII, Osman Marbun waktu mengevaluasi langsung Trans Papua pada 7-8 September 2018.

Turunkan Ketinggian Jalan

Dalam proses pengerjalan jalannya, banyak diketemukan beberapa ruas jalan diatas ketinggian gunung yang di turunkan, contohnya pada KM 370 ada penurunan tingkatan jalan sampai 17 mtr.. “Intinya jalan mesti nyaman untuk dipakai apabila ada keadaan riskan mesti dibenahi serta di turunkan kecuramannya,” kata Osman.

Termasuk juga pada beberapa ruas jalan di tempat spesifik yang riskan longsor tidak dapat dipakai terlebih dulu.

Tahun ini ada lima titik yang di turunkan ketinggian jalannya, contohnya di daerah Sungai Gilika, lantas dua tempat dekat Jembatan Kali Kruku serta di seputar Sungai Edan yang kecuraman jalannya sampai 70 derajat.

“Ini semua masih tetap ditangani. Progres penyelesaiannya sudah sampai 60 % serta harapannya akhir tahun ini dapat dikerjakan pengaspalan,” jelas Osman.

Bupati Kabupaten Yalimo, Lakius Peyon sama pendapat dengan Balai Jalan Nasional untuk hentikan sesaat pemakaian jalan Trans Papua. Harapannya, pembuatan jalan dapat cepat dikerjakan, tanpa masalah lalu-lalang mobil pembawa sembako serta keperluan masyarakat yang lain.

“Data yang kami punya ada seputar 20-30 mobil yang sehari-hari melewati jalan itu. Kami harap ini dapat disetop terlebih dulu,” kata Lakius.

Sekalian menanti pembuatan jalan, Pemkab Yalimo akan mempersiapkan pos pengamanan yang akan diletakkan di beberapa titik ruas jalan itu.

“Banyak mobil atau truk yang telah datang di Yalimo serta akan meneruskan perjalanannya ke Jayapura, saya mohon kembali, karena bila dilanjutkan dapat mengganggu pekerjaan jalan,” katanya.

Mendesak Harga Keperluan Pokok

Bupati Kabupaten Yalimo, Lakius Peyon mengatakan bila ruas jalan Wamena-Jayapura tersambung, daerah yang dipimpinnya dapat jadi jalan transit serta automatis mendesak harga keperluan pokok sekarang ini.

Contohnya saja harga semen bila di kirim melalui hawa biaya angkutnya dapat sampai Rp 10-12 ribu per km, hingga harga semen di Yalimo bila di kirim melalui hawa dapat sampai Rp 700 ribu per sak. Tapi bila pengiriman dikerjakan melalui darat karena itu harga semen dapat di jual seharga Rp 350-400 ribu per sak. “Penurunan harga dapat sampai 200 % bila jalan ini digunakan,” kata Lakius.

Jumlahnya masyarakat yang melewati jalan trans ini, karena memberi efek yang mengagumkan buat penurunan harga keperluan pokok penduduk, terutamanya di lokasi pegunungan tengah Papua.

“Gagasannya kami akan buka jalan ini pada Desember dengan diikuti pengiriman barang dari Jayapura ke Wamena,” Osman memberikan.

Sekarang, bila jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena serta Jayapura digunakan, maka wujudkan mimpi Anis Wayag serta penduduk Papua yang lain untuk memperoleh harga keperluan pokok yang sama murahnya dengan daerah yang lain di Indonesia.

“Jalan ini dapat juga membawa saya berjumpa dengan Pak Jokowi di Jayapura melalui jalan darat, tak akan memakai pesawat serta dapat mengirit cost perjalanan,” kata Anis sekalian tersenyum suka.

Leave a Reply