Seorang Santri Meninggal Akibat Gempa 7,0 SR

Seorang Santri Meninggal Akibat Gempa 7,0 SR

Seorang Santri Meninggal Akibat Gempa 7,0 SR

Seorang Santri Meninggal Akibat Gempa 7,0 SR

for-salecheapest-pricelasix.org, Muhammad Khudori (14), salah seseorang santri di Pondok Pesantren Riyadussibat, Sidemen, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat wafat tertimpa puing-puing bangunan karena gempa 7, 0 Taraf Richter, Minggu, jam 18. 46 Wita.

” Anak saya terluka kronis dibagian kepala, ” kata Khairul, bapak dari korban wafat yang didapati saat tengah menangisi kematian anaknya di jalan raya depan Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Mataram.

Khairul menyampaikan anaknya yang baru sekian waktu duduk di kelas 1 MTs tertimpa puing-puing bangunan saat mengaji.

Khairul sendiri mengangkat anaknya memakai mobil masyarakat ke RSAD Mataram dari ponpes yang jaraknya seputar 50 mtr. dari tempat tinggalnya.

Keadaan bapak dua anak itu memprihatinkan. Ia muntah-muntah sekalian menangis dalam keadaan kedinginan karena cuma memakai sarung serta pakaian dalam.

Bacalah juga : Apartemen Terbakar, Seorang Ibu Nekat Selamatkan Dua Anaknya dengan Melemparnya dari Lantai 4

Sekarang ini, mayat ada diatas mobil ambulans yang terparkir di jalan raya. Tenaga medis rumah sakit repot mengatur pasien yang kondisinya begitu serius.

Beberapa pasien RSAD Mataram diungsikan ke jalan raya serta lapangan kantor Gubernur NTB yang tidak jauh dari rumah sakit.

Wartawan Pada Biro NTB yang memberikan laporan dari tempat pengungsian juga membawa isteri serta dua anaknya ke lapangan kantor gubernuran karena ada info air laut naik.

Gempa bumi berkekuatan 7, 0 SR mengguncang Pulau Lombok serta Sumbawa, Minggu, jam 18. 46 Wita itu, dengan pusat gempa terdapat pada 8, 3 Lintang Selatan, 116, 48 Bujur Timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 km..

Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) sudah sempat keluarkan peringatan awal kemampuan tsunami, akan tetapi sekian waktu lalu, berdasar pada perubahan paling baru, mengatakan peringatan tsunami itu selesai.

Leave a Reply