Kali Baru Depok Mengering Hampir Dua Bulan, Warga Keluhkan Bau Sampah dan Bertambahnya Nyamuk

Kali Baru Depok Mengering Hampir Dua Bulan, Warga Keluhkan Bau Sampah dan Bertambahnya Nyamuk

Kali Baru Depok Mengering Hampir Dua Bulan, Warga Keluhkan Bau Sampah dan Bertambahnya Nyamuk

Kali Baru Depok Mengering Hampir Dua Bulan, Warga Keluhkan Bau Sampah dan Bertambahnya Nyamuk

for-salecheapest-pricelasix.org, CIMANGGIS – Masyarakat RT 01/RW 01 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok menyalahkan surutnya volume air Kali Baru saat hampir dua bulan.

Ketua RT 01/RW 01 Ujang menyampaikan surutnya air berefek pada menumpuknya sampah di basic Kali Baru.

“Telah lebih dari sebulan air surut, sejak tidak hujan ya menjadi kering semacam ini. Jadinya sampah pada menumpuk, air juga hitam kental,” kata Ujang di Cimanggis, Depok, Selasa (21/8/2018).

Tidak hanya tumpukan sampah serta menghitamnya air, Ujang menyebutkan berbau sampah yang diakibatkan mengganggu masyarakat yang menetap dekat kali.

Pasalnya berbau tumpukan sampah tercium di selama saluran Kali Baru tercium sampai ke rumah masyarakat sampai.

“Wah baunya kronis, ini baunya tidak hanya tercium sampai ke rumah masyarakat. Menjadi tidak hanya tercium di tepi jalan dekat rumah. Baunya membuat pusing sama mual,” katanya.

Bacalah juga : Info Mengenai Dele Alli Challenge yang Banyak DIlakukan Seleb Dunia!

Tidak cuma berbau, Rohanah (42), masyarakat RT 01/RW 01 menjelaskan tumpukan sampah juga jadi sarang nyamuk.
Imbasnya, populasi nyamuk makin bertambah sampai mengganggu kenyamanan masyarakat waktu terlelap pada malam hari.

“Sejak sampah menumpuk menjadi banyak nyamuk, justru nyamuknya tidak mati agar telah disemprot obat nyamuk, ribet lah intinya,” papar Rohanah.

Tidak berhenti disana, menambahnya populasi nyamuk memunculkan kecemasan masyarakat karena persebaran penyakit.
Ia cemas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering jadi wabah pada musim panas menjangkiti masyarakat.

Mujur kecemasan Rohanah tidak berlangsung karena belumlah ada masyarakat RT 01 yang terjangkit penyakit beresiko itu.

“Takutnya sich ada masyarakat yang terkena DBD, karena nyamuknya sangat banyak. Untungnya sich sampai saat ini belumlah ada masyarakat yang terkena. Baru saja ini anak saya memang terkena DBD, tetapi belumlah pasti kenanya didalam rumah. Kan anak saya kerja juga, menjadi mungkin saja saja terkena ditempat kerjanya,” tuturnya.

Leave a Reply