Bencana Gempa Bumi Berbuah Inovasi, Kluwih Disulap Jadi Abon Nabati

Bencana Gempa Bumi Berbuah Inovasi, Kluwih Disulap Jadi Abon Nabati

Bencana Gempa Bumi Berbuah Inovasi, Kluwih Disulap Jadi Abon Nabati

Bencana Gempa Bumi Berbuah Inovasi, Kluwih Disulap Jadi Abon Nabati

for-salecheapest-pricelasix.org, Masih tetap jelas didalam ingatan Purbudi Wahyuni, gempa besar yang menempa Yogyakarta pada Mei 2006 yang lalu.
Waktu itu efek gempa begitu merasa buat penduduk Yogyakarta.

Kesusahan mencari makanan jadi masalah utama yang, menyebabkan jumlahnya penduduk pilih untuk mengonsumsi apa untuk bertahan hidup, diantaranya manfaatkan buah kluwih untuk jadikan Abon.

Buah yang berupa serupa sukun itu umumnya cuma dipakai oleh penduduk untuk bikin sayuran. Akan tetapi, menurut Wahyuni, sejak gempa, dianya bersama dengan ibu-ibu lainnya di tenda pengungsian coba bereksperimen untuk bikin makanan pilihan dari beberapa bahan yang ada.

“Saat itu keadaan penduduk Jogja begitu kebingungan untuk manfaatkan makanan yang ada. Menjadi kami lihat buah kluwih ini banyak. Hingga coba dibikin sayur, serta makanan yang lain yang dapat tahan lama seperti abon,” katanya waktu diwawancarai Sripo, di salah satunya stand di Sumsel Expo, Jumat (17/8).

Bacalah juga : Benda Misterius Terselip di Bantal Asrama, Mahasiswa Ngeri Saat Tahu Isinya

Lanjutnya, Pohon kluwih yang banyak tumbuh di selama bantaran Sungai Gajahwong di kampung Mrican, Yogyakarta, awal mulanya belumlah dilirik oleh penduduk karena cuma digunakan untuk bikin sayuran, serta jarang jadi makanan utama.

Bermula dari musibah itu, mulai muncul inspirasi untuk bikin makanan paket spesial menjadi panganan berharga gizi hingga dapat di nikmati oleh penduduk luas. Pas 4 tahun, selesai gempa, dianya mulai mewujudkan ide-ide yang ada, dengan mulai mencari macam abon yang ada.

“2010 saya mulai bereksperimen menggerakkan usaha ini, mulai dari membuat variasi perasaan, ada pedas, gurih, dan lain-lain. Sesudah lewat proses itu, 2013 saya mulai pasarkan produk olahan rumahan yang saya jual dengan harga Rp 19 ribu,” tutur masyarakat Mrican, Giwangan, Yogyakarta itu.

Kluwih yang semula tidak bernilai, menjadi olahan berharga jual ekonomis. Untuk jadikan abon nabati, dianya cukuplah memberi kombinasi, buah kluwih, serta kombinasi yang lain.

“Ini abonnya memakai beberapa bahan alami dari kombinasi sayuran. Rasa-rasanya tidak beda dengan abon daging. Hingga buat penduduk yang vegetarian dapat juga nikmati abon nabati,” katanya.

Dari olahan makanan itu Abon yang Purbudi Wahyuni jual mendapatkan penghargaan menjadi makanan pengembangan nasional tahun 2016.

“Sesudah mengurus Abon ini saya memperoleh perhargaan tahun 2016 tentang makanan pengembangan nasional. Bukan sekedar masalah makanan, Abon Kluwih mempunyai Filosofi sendiri. Buah kluwih yang digunakan adalah hasil bumi yang tetap hidup didekat air. Air merupakan sumber kehidupan manusia. Saat kita mengurus hasil bumi dengan baik, harapannya akan ada kebaikan yang kita bisa, tidak hanya potensi nilai ekonomi,” tutupnya.

Leave a Reply