Hanif Azhar: Tulis Rencanamu dan Wujudkan Semuanya!

Hanif Azhar: Tulis Rencanamu dan Wujudkan Semuanya!

Hanif Azhar: Tulis Rencanamu dan Wujudkan Semuanya!

Hanif Azhar: Tulis Rencanamu dan Wujudkan Semuanya!

for-salecheapest-pricelasix.org, Cerita ini mungkin saja ide untuk kita dalam meraih yang diimpikan hidup. Jauh menimba pengetahuan di benua biru sudah sempat ia jabani. Meskipun demikian, pada tanah airnya ia kembali serta mengabdi.

Hanif Azhar : Catat Rencanamu serta Mewujudkan Segalanya!

Catat rencana-rencana besarmu, serta mewujudkan! Kalimat ampuh yang ia pegang untuk kehidupannya. Tetap belia, lulusan luar negeri, serta sekarang bekerja di Satu Data Indonesia. Siapakah dia?

Jadi satu diantara sisi di Kantor Staf Presiden, adalah kebanggaan sendiri untuk Hanif Azhar. Lelaki asal Lamongan, Jawa Timur ini sekarang bekerja jadi Public Policy Specialist Satu Data Indonesia (SDI). Bagaimanakah perjuangannya untuk memperoleh itu semuanya?

Bikin Gagasan Hidup Sampai Umur 65

Tempat bagus yang ia peroleh saat ini bukanlah tidak terlepas dari perjuangan keras yang ia kerjakan dalam kehidupan. “Saya punya kebiasaan bikin gagasan hidup harian, mingguan, bulanan, tahunan, bahkan juga sampai nantinya umur saya mencapai 65. Segalanya di-monitoring tiap-tiap akhir minggu, bln., serta tahun“ tuturnya pada Careernews.

Bacalah juga : Gara-gara Ngobrol di Kelas, Murid Gegar Otak usai Ditampar Guru

Telah punya kebiasaan bikin gagasan hidup jadi rutinitas yang dikerjakan mulai sejak muda, saat ikuti training di Rumah Kepemimpinan Foundation. Di inspirasi dari Buku Berencana Hidup serta Mengurus Mengelola Waktu Depan karya Marwah Daud, serta Your Job Is Not Your Career karya Irene Suhandono, Hanif ingin semua hal di hidupnya jalan sesuai sama gagasan. Akhirnya? Yang diimpikan besarnya terwujud.

Sejak dari SMP Telah Mandiri

Mengutip pengucapan Nelson Mandela, ‘Education is the most powerful weapon to change the world’, jadi kepercayaan yang Hanif pegang mulai sejak kecil. Walau terlahir dari keluarga kurang dapat dalam suatu kampung kecil pantai utara Jawa Timur, tidak bikin surut kemauan Hanif untuk nikmati pendidikan setinggi-tingginya.

“Saya tidak sepakat dengan inspirasi jika pendidikan cuma dapat di nikmati borjuis, “ tegasnya. Ia juga tidak sepakat dengan framing berita yang sangat melebih-lebihkan, seakan-akan bila golongan kurang dapat dapat memperoleh pendidikan tinggi itu suatu hal yang ‘wah’.

Ingin menunjukkan jika hal itu salah, jadi selesai menamatkan bangku sekolah menengah pertama, ia ‘pamit’ pada orangtua untuk mandiri dalam soal cost pendidikan. Hanif berkemauan jika pendidikan serta keberhasilan punya kebanyakan orang. “Sejak waktu itu, saya berjanji tidak untuk mohon uang sekali lagi ke orangtua, “ kata lelaki yang sempat jadi Pengajar Muda Batch VIII, Indonesia Mengajar ini.

Ia mengakui, itu adalah effort pertama, serta tergila yang sempat ia kerjakan dalam kehidupannya. Lalu, rasa kemandirian serta yakin dianya makin berkembang sesudah mengambil keputusan untuk membiayai kehidupannya sendiri. “Saat itu, saya berupaya untuk memberikan keyakinan diri serta orangtua jika saya akan baik-baik saja, “ katanya.

Jadi scholarship hunter, bekerja sembari bersekolah juga ia lakoni jadi usaha jika dianya dapat menghidupi semua kebutuhannya. Rutinitas itu ia lakukan sampai kuliah. “Bekerja sembari sekolah adalah pengalaman yang mengesankan, walaupun penuh diwarnai dengan air mata, “ cerita Hanif.

Baginya pendidikan tinggi itu bergantung kemauan serta tertarik. “Tidak ada ceritanya, orang sukses yang mengasihi sendiri dengan mmbuat beragam jenis excuse, “ ia menyatakan.

Studi ke Benua Biru, Kembangkan Industri Kreatif Indonesia

Jadi satu diantara penerima beasiswa LPDP, Hanif Azhar tidak ingin menyiakan peluang emas ini. Ia pilih program Creative Industries and Cultural Policy di University of Glasgow, London.

“Yang mengesankan yaitu nyatanya Inggris adalah pioneer serta penggagas industri berbasiskan inspirasi manusia, pasti bikin dunia industri kreatif di sana sangatlah maju, “ kata Hanif yang sudah sempat aktif di Aktif di Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (KIBAR) jadi Head of Foreign Affair, serta kontributor di Perhimpunan Pelajar Indonesia UK

“Terminologi industri kebudayaan yang dipelajari disana sangatlah luas, tidak terus-terusan batik tradisionil ataupun digital start up, “ katanya. Bahkan juga perubahan phase industri telah dituangkan dalam bikin biru negara-negara berkembang. Ia bersukur, Indonesia adalah satu diantaranya, yaitu dengan dibentuknya Tubuh Ekonomi Kreatif.

Ia meyakini karenanya ada wadah itu, industri kreatif Indonesia akan makin maju, terutama Indonesia mempunyai potensi serta kekayaan alam yang melimpah. Ketertarikannya pada industri kreatif Indonesia juga ia tuang dalam tesisnya.

” Ada satu diantara harapan besar saya untuk memajukan industri kreatif Indonesia, satu diantaranya jadi satu diantara developer industri kreatif, terutamanya di Lamongan, mudah-mudahan th. 2030 kelak akan terwujud sesuai sama gagasan, ” katanya.

Value paling besar yang Hanif peroleh sesudah studi di negeri orang yaitu Tuhan mengabulkan semuanya hasrat kita, asal kita kemauan, serta bersungguh-sungguh. Rencana serta doa adalah formula terpenting untuk lelaki lulus S1 dari Institut Tehnologi Sepuluh November serta sudah sempat jadi penulis di ITS Media Center ini.

“Mengabulkan mimpiku untuk studi ke luar itu hal yang receh untuk Tuhan. Tak ada mimpi yang ketinggian, bila mimpi yang belumlah terwujud mungkin saja usaha kita yang kurang, “ tegasnya.

Terkait Profesi Hanif Sekarang

Jadi sisi terpenting dalam menyiapkan data terpenting serta team perancangan ketentuan presiden di SDI bikin Hanif tetap repot. Di sela kesibukannya ia mengungkapkan kegiatan kerjanya pada Careernews.

“Saat ini jadi Public Policy Specialist, jadi masuk ke team Perancangan Ketentuan Presiden, “ terangnya. Pekerjaan Hanif serta team yaitu menyiapkan toolkit untuk implementasi kebijakan presiden, baik di pemerintahan pusat ataupun daerah.

“Saya memperoleh pengalaman untuk lakukan koordinasi antar kementrian, lembaga, instansi, serta organisasi dunia seperti Pulse Lab Jakarta dari PBB, National Democratic Institute (NDI), Open Data Lab (ODL), serta lainnya sebagainya.

SDI sendiri yaitu suatu tubuh yang diinisiasi Pemerintah Indonesia untuk tingkatkan kwalitas serta pemakaian data pemerintah. Pemakaian ini tidak terbatas pada pemerintah saja, tetapi dapat digunakan oleh umum.

“Data yang disiapkan formatnya terbuka, serta bisa dipakai kembali. Tujuannya tingkatkan transparansi serta akuntabilitas pemerintah, “ imbuhnya. Diluar itu tingkatkan partisipasi orang-orang dalam mengawal pembangunan.

Panduan Untuk Scholarship Hunter

Diakhir percakapan, Hanif memberi sebagian panduan buat kamu yang punya mimpi untuk meneruskan studi diluar negeri. Start with Why! Bila kalian telah mempunyai argumen kuat untuk meneruskan studi, serta kemauan yang kuat, “Percayalah, semesta akan mendukungmu!, “ tegas Hanif.

Hal itu akan berbading terbalik bila argumen serta niatmu lemah. Jangan pernah baru tidak berhasil 1x segera menyerah. “Saya mengetahui banyak rekan yang pada akhirnya sukses kuliah abroad sesudah sekian kali tes IELTS, tidak diterima beasiswa, serta universitas, “ papar Hanif.

Bagus ya narasi perjuangan Hanif untuk mencapai mimpinya. Jadi buat kamu yang punya mimpi terkait satu hal besar, jangan sampai takut untuk mewujudkannya ya!

Cerita bagus semacam ini akan tetap kami up-date cuma di careernews. id. Agar tidak ketinggal, masih setia baca careernews. id ya!

 

Leave a Reply