Ingat Siswi Cantik SMA Jual Keperawanan Rp 1,5 Juta Untuk Bayar Utang? Ternyata Pembelinya Mahasiswa

Ingat Siswi Cantik SMA Jual Keperawanan Rp 1,5 Juta Untuk Bayar Utang? Ternyata Pembelinya Mahasiswa

Ingat Siswi Cantik SMA Jual Keperawanan Rp 1,5 Juta Untuk Bayar Utang? Ternyata Pembelinya Mahasiswa

Ingat Siswi Cantik SMA Jual Keperawanan Rp 1,5 Juta Untuk Bayar Utang? Ternyata Pembelinya Mahasiswa

for-salecheapest-pricelasix.org, Begitu disayangkan kalau nasib seseorang siswa SMA negeri yang cantik di Tangerang yaitu.

Dia dipaksa jual keperawanan untuk melunasi utang.

Ironisnya, aksi terlarang itu dia kerjakan saat baru ikuti ujian berbasiskan computer nasional (UNBK) tempo hari.

Ini yaitu narasi komplitnya waktu dia memberitahu wartawan TribunJakarta. com (group Surya. co. id), Ega Alfreda.

Udara malam itu cukup dingin, sesudah hujan turun mulai sejak sore.

Di satu meja kecil di pengadilan satu minimarket populer, seseorang gadis tampak bagus untuk memainkan hp.

Sekian kali dia menunjuk monitor hp dimuka berwajah.
Rupanya, gadis itu selfie.

Bacalah juga : Gadis 11 Tahun Menjadi Pembalap Profesional, Kamu Umur Segitu Ngapain?

Cukup cantik nama asli gadis jangkung kurus itu.
Tetapi, sebelumnya bicara, gadis itu memohon supaya nama aslinya tidak dipublikasikan.

” Pakai saja nama samaran, biarlah keluargaku tidak paham mengenai ini, ” dia mulai pembicaraan.

Pada akhirnya kami menamai gadis cantik itu jadi Amelia.
Amelia tidak sendirian malam itu, dia ditemani oleh rekan satu sekolah.

Gadis itu sekarang ini bersekolah di satu sekolah menengah umum di Ciledug, Tangerang.

” Saya kelas 12, hari ini yaitu hari ujian nasional pertama, ” tuturnya pada TribunJakarta. com, Senin (9/4/2018).

Sembari bicara, gadis itu mulai menceritakan mengenai kehidupan pribadinya.

” Hari ini kehidupan pribadiku rusak, saya tidak miliki pilihan, ” tuturnya perlahan.

Dengan nada gagap, Amelia menyebutkan pada saya kalau dia dipaksa untuk ‘menjual’ keperawanannya pada seseorang pria yang baru dikenalnya lewat sosial media.

Pria yang status mahasiswanya dia kenal lewat feature beberapa orang paling dekat Line.
” Segera kenalan tuch deh, ” tuturnya sembari tertawa kecil.

Amelia katakan, dia jual keperawanannya sejumlah Rp 1, 5 juta pada muridnya.

Ini dikerjakan karna Amelia memerlukan uang untuk ganti aktivitas sekolahnya yang hilang.

” Saya dituduh mengambil uang, namun saya tidak mengerjakannya sekalipun, saya bingung untuk mencari uang dimana saya mesti mengerjakannya, ” tuturnya.

Waktu berjumpa TribunJakarta, Amelia cuma ambil pembayaran pembayaran dari siswa.

” Itu sebelumnya Anda memperoleh uangnya kembali, ” kata gadis 18 th. itu.

Sekilas, kelihatannya Amelia masih tetap di sekolah menengah.
Badannya yang tinggi buat Amelia seperti seseorang mahasiswa.

Malam itu, Amelia kenakan sweter kuning panjang membawa tas kecil.

Saat di tanya apakah aksi pertama dikerjakan? Amelia tidak membalas dengan lugas.

” Ya bagaimana ya kaks, bila itu problem saya tidak ingin narasi, ” tuturnya.

Yang pasti dia berkata, dia ditekan untuk lakukan itu karna tak ada alternatif lain.

Amelia meneruskan, orang tuanya bekerja di perusahaan swasta.
Dia yaitu yang pertama dari tiga anak.

” Janganlah berani bertanya sama bapak, itu banyak uang kak besar, ” tuturnya.

Dalam kebingungannya dituduh mengambil uang untuk aktivitas sekolah, seseorang rekan lalu memberitahu dia cara hasilkan uang secara cepat.

” Awalannya sangsi, takut rakyatnya kabur sesudah gituin saya, ” tuturnya.

Namun tanpa ada pilihan, Amelia sangat terpaksa mengerjakannya.

Dengan bekal komunikasi dengan lelaki itu, Amelia lalu menyerahkan diri untuk berjumpa sesudah PBB.

Sebelumnya berjumpa, Amelia ubah pakaian dahulu.

” Bila anda kenakan seragam dapat ketahuan sekolahku, ” tuturnya sembari kadang-kadang melakukan perbaikan topeng.

Di sampaikan di hotel yang disebut, beberapa siswa yang dia paham tengah menanti di kamar hotel.

” Perasaan campur aduk, rasa takut, type kak yang menyedihkan, ” tuturnya.
” Tapi saya janji, ini yang pertama, saya akan tidak mengulanginya sekali lagi, ” janji Amelia.

Sesudah bicara banyak, tidak merasa jam telah tunjukkan jam 9 malam.
Amelia, yang berjumpa dengannya sesudah narasi, pilih untuk pulang lebih dahulu.

” Juga akan kuceritakan ceritanya, bila kita masih tetap menginginkan tahu kita dapat bicara sekali lagi, saya juga akan pulang besok, besok masih tetap PBB, ” kata Amelia sembari beranjak dari tempat duduknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *