Untuk Kembalikan Uang Jemaah, Terdakwa First Travel Ajukan Penjualan Aset

Untuk Kembalikan Uang Jemaah, Terdakwa First Travel Ajukan Penjualan Aset

Untuk Kembalikan Uang Jemaah, Terdakwa First Travel Ajukan Penjualan Aset

Untuk Kembalikan Uang Jemaah, Terdakwa First Travel Ajukan Penjualan Aset

for-salecheapest-pricelasix.org, DEPOK, – Pengacara terdakwa Masalah Travel pertama diserahkan untuk jual aset client mereka. Hal itu dinyatakan dalam eksperimen kelanjutan di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (26/2/2018).

Semestinya, agenda terdakwa sekarang ini memajukan pengecualian atau surat keberatan. Tiga terdakwa yakni First Travel Director Andika Surachman, Direktur Perjalanan Pertama Anniesa Hasibuan, serta Direktur Keuangan Perjalanan Pertama Siti Nuraidah Hasibuan dengan kata lain Kiki, ada di ruangan sidang.

Tetapi, beberapa pengacara di ruangan sidang menyebutkan kalau mereka tidak memajukan pengecualian.

” Tim penasihat hukum kami belum juga memajukan pengecualian, ” kata satu diantara pengacara terdakwa, Puji Wijayanto, di ruangan sidang Pengadilan Negeri Depok, Senin siang.

Bacalah juga : “Powerbank” Terbakar di Bagasi Kabin, Penerbangan Ditunda 3 Jam

Puji menyebutkan mereka mengemukakan surat keinginan untuk penjualan aset terdakwa. Ia inginkan dari penjualan aset client mereka hingga akhirnya dapat diberi pada kongregasi.

Puji menyebutkan, aset itu yaitu 10 mobil mewah, 3 tempat tinggal, serta 4 ruko. Beberapa terdakwa disebutkan sudah menyepakati aset mereka yang di jual untuk kebutuhan kongregasi.

” Kami menghimbau pada Pak Kajari serta Ketua Majelis Panel Hakim untuk kebutuhan kongregasi, supaya dapat jual aset punya terdakwa, ” kata Puji.

Puji menyebutkan, sebagian aset clientnya yang sudah diambil alih saat ini ada di kejaksaan. Hakim Ketua, Subandi, lalu bertanya pendapat jaksa penuntut dalam hal semacam ini.

Tetapi, jaksa tidak dapat selekasnya memberi restu. Sebab, sebagian aset yang ada itu yaitu bukti. Lalu, terdapat banyak aset terdakwa yang lain yang dipunyai atas nama orang yang lain. Jadi, menurut jaksa, tidak dapat segera di jual.

” Karenanya kita mesti menanti kontrol saksi yang terkait dengan bukti, ” kata jaksa.

Disamping itu, Ketua Mahkamah Agung Subandi menyebutkan kalau pihaknya tidak bisa mengatasi problem penjualan aset ini serta menyerahkannya ke kejaksaan. ” Tolong jaksa alamat surat dari terdakwa PH ini, ” kata Subandi.

Hakim lalu mengambil keputusan untuk tunda sidang pada hari Senin, 5 Maret 2018 atau minggu depan. Sidang juga akan dilanjutkan dengan kontrol saksi serta bukti.

Pada saat ini, hakim juga mengambil keputusan sidang selanjutnya juga akan berjalan 2 x satu minggu yakni sehari-hari Senin serta Rabu.

Pengadilan Negeri Depok mengadakan sidang pertama masalah sangkaan kecurangan serta penggelapan Perjalanan Pertama dengan tiga terdakwa.

Leave a Reply